Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

"Motif Parang Rusak itu salah satu motif paling tua. Parang itu artinya pereng atau lereng tebing yang berbentuk mirip seperti huruf S dari gambaran ombak laut yang berjajar, berbaris secara diagonal berdasarkan sudut kemiringan 45 derajat. Tapi huruf S pada motif kain ini justru tidak miring, melainkan lurus mendatar. Ini bukan motif Batik Parang Rusak..." Yusuf dan Samiran saling berpandangan, sebelum mereka kembali memperhatikan Prana, juga lingkungan sekitar mereka. Suasana sangat dingin, sangat tidak nyaman. Keduanya berusaha untuk tidak lari meninggalkan Prana yang tampak tak memiliki rasa takut itu.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
DARI BABU JADI MADU (Semua bukan keinginanku)

DARI BABU JADI MADU (Semua bukan keinginanku)

Setelah selesai salat, suasana masih terlihat remang-remang, hawa dingin terasa menembus kulit. "Dik, kita ke gua yuk?" kataku, tiba-tiba aku merasakan rindu pada Gua Karang Bolong, yaitu salah satu obyek pariwisata di daerah kami. Gua tersebut, terletak di Laut Selatan. Tepatnya di Desa Suwuk, Kecamatan Puring, Kebumen. Di gua tersebut, sangat terkenal dengan sarang Burung Walet-nya. Sesaat Dewi ragu, dia mengernyitkan dahi, mungkin dia takut, karena hari masih gelap.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Turun Ranjang (Menikahi Adik Ipar)

Turun Ranjang (Menikahi Adik Ipar)

Dari patung Dewa Siwa, mereka pun berjalan memutar sesuai arah jarum jam dan mendapati patung Dewa Agastya yang menghadap ke selatan, patung Dewa Ganesha yang menghadap ke barat, dan terakhir adalah patung Dewi Durga yang menghadap ke utara. Patung Dewi Durga memiliki delapan tangan, dan berdiri di atas kerbau. Menurut masyarakat sekitar, patung Dewi Durga inilah yang mereka sebut sebagai Roro Jonggrang, karena merupakan satu-satunya patung wanita di candi itu. “Kamu masih ingat Nay, tiga tahun yang lalu sebelum aku berangkat ke Amerika, kita pernah mengucapkan ikrar di sini?” tanya Revan tiba-tiba.
923.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 490 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
How Could We Go Wrong?

How Could We Go Wrong?

Pukul enam lewat beberapa menit… Alan, Alana Gifari, dan Bella mengunjungi puncak pegunungan yang bernama ‘Pantan Terong’ untuk melihat sunrise sekaligus mengabadikan momen-momen keindahan Kota Takengon dari atas sana. Ya, Pantan terong terletak di puncak pegunungan sehingga dari atas sana kita bisa memandangi kota Takengon dan juga Danau Laut Tawar.
9.95.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

kata Jaka lalu dia pun kembali melangkah menuju ke Desa Waru seperti yang gurunya katakan. Menjelang siang, Jaka baru sampai di desa tersebut. Di sekitar Desa memang banyak orang menanam singkong dan jagung. Ada pula yang menanam umbi-umbian. Desa Waru berada tepat di kaki gunung Semeru yang berbatasan dengan kaki gunung Bromo. Kawasan tersebut merupakan tempat yang sangat subur untuk bercocok tanam segala tanaman.
1011.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Pendekar Salah Zaman

Pendekar Salah Zaman

“LU MAU NAIK GUNUNG KAGAK BAWA BARANG?!” Rendi malah santai. “Lah ngapain ribet.” “Gue juga pendekar kali.” “Dingin mah tahan.” Rangga langsung nunjuk mukanya. “GOBLOK.” “Ini gunung.” “Bukan rooftop cafe.” Rendi ketawa. “Lebay lu.” Rangga makin emosi. “Lu tau gunung tuh apaan?” “Kalau hujan?” “Kalau longsor?”
10585 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Yang Terpilih

Yang Terpilih

Dia mendongak, “Noh … di sono, Neng, banyak. Di mari kagak ade, terus jalan ke sono. Entar neng liat dari rumah cat ijo, mulai dari sono, coba noh tanyain. Jam segini Si Engkong ada di rumah noh.” Aku mengucapkan terimakasih dan dia kembali ke aktivisitasnya semula. Pemburu kutu, sama saja dengan di Madura, itu membuatku tersenyum sendiri. Hanya beberapa meter, sebuah rumah dua lantai terbuat dari triplek bercat hijau tertangkap mata. Aku mengetuk pintu rumah itu, yang keluar seorang kakek, berkaos singlet dan berkain sarung.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Pungguk Merindukan Bulan

Pungguk Merindukan Bulan

"Kita mau makan siang di mana, Welas? Cari info dong, bakso yang yummy gemoy gitu, kayak yang diceritain Eva kemarin?" "Siap, Boss!" sahut Welas sambil menahan tawa. "Bakso Tumpeng, Bakso Rasaksa atau Bakso Bathok?" "Kalau Bakso Tumpeng, lima puluh meter lagi." terang Welas serius tapi santai, "Bakso Bathok, dua ratus meter lagi … Kayaknya bagusan yang ini deh, Sei. Di area persawahan gitu lokasinya. Kalau Bakso Raskasa kayaknya bukan sejalan sama kita. Gimana?"
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Paracetalove [INDONESIA]

Paracetalove [INDONESIA]

☆☆☆ "HUWAAA. P***R MALAMNYA RAME BANGETTT." Mery memekik girang, saat Arga menghentikkan motornya di parkiran p***r malam alun-alun bandung. Matanya menyisir pandang, banyak wahana permainan yang ternyata baru dibangun. Arga ikut tersenyum. Awalnya, ia ingin mengajak Mery ke transmedia saja, tetapi cewek itu menolak mentah-mentah. Katanya, p***r malam ini juga salah-satu tempat kesukaan Riko dan Marina ketika mereka baru menikah.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 389 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status