PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG
“Sebelumnya kan cuma ada empat kamar. Buat kita, Ibu dan terakhir untuk Atha. Tapi kita jadi kebingungan kalau yang lain datang dan butuh tempat untuk istirahat. Jadi aku tambahkan tiga kamar lagi. Dua tambahan kamar di atas, untuk Atha dan Kael nanti. Satu tambahan kamar di bawah untuk tamu. Dan satu kamar lagi di belakang untuk ART.”
Asha mengernyitkan kening. “ART? Kita kan gak punya ART tetap Mas, ART yang datang juga gak menginap, kok—”
“Sekarang belum, tapi nanti mungkin akan ada. Kan kita gak tahu kedepannya gimana. Jadi, itu buat jaga-jaga, siapa tahu kamu minta ada ART yang tetap.”
Asha mengerucutkan bibirnya. Sungguh dia tidak ingin ada ART tetap di rumah ini. Tapi, tidak ada salah
Hot Chapters