Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Insinyur Termalas Dari Dunia Lain

Insinyur Termalas Dari Dunia Lain

Surat balasan Lysander terasa hangat di tangannya, lebih hangat daripada yang seharusnya. Lilin-lilin berkobar di atas meja tulisnya, menerangi tulisan tangannya yang rapi dan elegan. Felicity membacanya untuk kedua kalinya, dan kali ini, matanya tertuju pada kalimat terakhir yang membuat alisnya berkerut. "Chamomile Kaisar di taman istana telah bertunas dengan subur. Semoga yang di taman Ashworth juga demikian, agar kita bisa membandingkan perkembangannya."
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai roses and champagne ch 82
Baca
+Pustaka
Hasrat Terpendam Suamiku

Hasrat Terpendam Suamiku

Dia mengangguk lalu mulai menyiapkan pesanan Sophia. “Aku juga,” kata Alexander ikut. Sophia menatapnya, dan Alex memberikannya senyum penuh arti. “Kau tahu? Sekarang setiap kali aku meminum champagne, aku selalu teringat padamu,” ujar Alex padanya. Sophia membalasnya dengan senyum kaku, bagus Alexander menyinggung mengenai hal itu sekarang. “Aku juga datang ke sini untuk meminta maaf mengenai insiden itu,” kata Sophia.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai roses and champagne ch 82
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta Roosje

Gairah Cinta Roosje

GAIRAH CINTA ROOSJE Penulis : David Khanz Bagian 45 —---- o0o —---- Wuusshhh! Tiba-tiba seperti ada tiupan angin melewati Bunga dengan cepat. Disusul suara menggeprak beberapa kali, laksana hantaman rotan kering pada sebuah dahan kayu. Set! Prak! Prak! "Ciiaakkk! Ciiaakkk! Ciiaakkk!"
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai roses and champagne ch 82
Baca
+Pustaka
Gairah Berbahaya Sang Billionaire

Gairah Berbahaya Sang Billionaire

Perempuan berambut pirang yang ia model keriting gantung itu meletakkan sebuah botol kaca berukuran kecil ke atas meja kerja Alex. "Apa itu?" Tanya Alex dengan nada datar. Rose berjalan mengitari kursi yang tengah diduduki oleh Alex sembari meraba dada bidang sang pria, perempuan cantik bertubuh seksi itu mendekatkan bibir sensualnya yang dipoles dengan lipstik waran merah menyala ke telinga Alex. "Itu adalah racun, jika masuk ke dalam tubuh akan mengakibatkan reaksi terbakar dan sangat menyiksa sebelum kematian datang menjemput," bisiknya.
9.584.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai roses and champagne ch 82
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
Vee_nue
Halo, selamat datang di novel kedua saya di GN. Semoga kakak" suka dengan alur cerita novel kedua saya yang kaya akan rasa yaitu romantis, ngeselin, gemes, mendebarkan dan pasti saya bubuhkan sedikit adegan action supaya kakak" tidak bosan. Tolong tinggalkan koment, rate bintang 5, dan vote. Thanks
lullaby dreamy
awal cerita emg bagus & menarik, tp lama kelamaan jd jauh dari inti kisahnya (ttg billioner yg cari pasangan cinta masa lalu)...yah wlwpun rain yg sm dia trnyata emg cinta masa lalunya, tp malah skrg rain sm adrian... udh gtu trll murahan jg rain stlh pisah dr christian..kpn jg bisa bersatu sm chris
Baca Semua Ulasan
CINDERELLA MILIK CASANOVA

CINDERELLA MILIK CASANOVA

Memang aku tidak menyatakan cinta dengannya. Suasana pesta pernikahan Rose sangat megah. Rose dipersunting artis pria Alex, dia artis papan atas yang sukses membintangi berbagai film terkenal di Paris. Banyak alumni dari Rose berdatangan dan menikmati pesta. Ada yang menarik dari minuman yang disajikan. Rumah produksi anggur merah Maison di Prancis menyajikan sampanye pada pesta pernikahan Pangeran William-Kate. Maison memiliki sejarah panjang dengan Inggris bahwa Pol Roger jadi produk minuman untuk Sir Winston Churchill, bahkan ada satu produk khusus anggur merah khusus untuk mantan perdana menteri Inggris. Dikabarkan bahwa dia menyukai minuman itu sejak 1908 sampai kematiannya pada 1965. “
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai roses and champagne ch 82
Baca
+Pustaka
Summer Pieces

Summer Pieces

Bahwa baginya mungkin, aku hanya ilusi sesaat dan Roxie yang benar-benar meremas hatinya saat menghilang. "Kau baik-baik saja?" tanyaku sesantai mungkin. "Ya!" jawabnya singkat, lalu kembali bergumam mengikuti lagu mengalun. Aku meremas pundaknya sesaat. Ia melihatku sekilas. Ia mengerang. "Sepertinya tidak." "Waktunya pesta coklat!!!" pekikku padanya. Kami tertawa. ***
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai roses and champagne ch 82
Baca
+Pustaka
A Bracelet of Love

A Bracelet of Love

Dia mencoba berpikir sejenak dengan jernih, dan kemudian berkata, "Ben, mungkin benar kau bisa membantuku. Aku mau tanya, apakah kau melihat sebuah kotak perhiasan kecil di meja ini, atau mungkin kau melihat seseorang mengambilnya? Jangan salah paham, Ben, maksudku, karena aku melihat kau ada di sini sejak sebelum aku datang, aku berpikir mungkin kau melihatnya. Mungkin kau bisa membantuku. Aku—" "Oh, Sarah," sela Ben, "seandainya saja aku melihatnya." Nada bicara Ben menurun di ujung kalimat. "Jadi maksudmu kau tidak melihatnya?" Ben menggelengkan kepala. Untuk sekejap dia memandang Sarah dengan ekspresi tak terbaca, dan kemudian berusaha mendekat kepada Sarah yang terlihat sekali kesal dan
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai roses and champagne ch 82
Baca
+Pustaka
Melihat Daisy

Melihat Daisy

Mereka berjalan dalam diam, hanya suara napas yang teratur dan langkah kaki mereka yang memecah kesunyian. Akhirnya, mereka sampai. Arya menyalakan senter, dan di bawah sinarnya, Daisy melihat ribuan bunga daisy putih yang tumbuh subur, bersinar di bawah cahaya rembulan. Pemandangan itu begitu indah, dan Daisy langsung tersenyum lebar. "Ini dia," kata Arya. "Kebun bunga daisy di ketinggian. Aku mau ajak kamu ke sini."
10645 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai roses and champagne ch 82
Baca
+Pustaka
Permaisuri yang Diabaikan

Permaisuri yang Diabaikan

Tak lama kemudian, pelayan meletakkan cheesecake dan ketel dengan air panas. Ia kembali jauh lebih cepat kali ini. Jelas, teguranku tempo hari membuahkan hasil. Aku mencampur buah rosehip, bunga mawar, dan kembang sepatu dengan baik dan menyeduhnya untuk waktu yang lama. Kemudian, aku menuangkannya ke dalam mug. Ketika aku menyesap teh yang dicampur dengan rasa manis dan asam dari rosehip dan rasa asam dari kembang sepatu, mulutku berair tanpa kusadari.
63.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai roses and champagne ch 82
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status