Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mr. Fragrant and Me

Mr. Fragrant and Me

Di sampingnya, terdapat sebuah pintu kaca yang menghubungkan antara ruang tamu dengan taman hijau berisi bunga - bunga (lagi). Tidak berhenti sampai di situ, Jevan meneruskan langkah kakinya sampai ke ruang tengah yang berdekatan dengan dapur. Aroma masakan yang berasal dari dapur membuat Kala menoleh. Ia sedikit terkejut ketika mendapati Kisa berjalan mendekatinya sembari membawa sepiring puding coklat dengan fla di atasnya.
102.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 91 Beses bilang roses and champagne ch 82
Read
+Library
ROSES

ROSES

Tapi, selalu saja ada yang mengganggu. Varose menuntun Chanie kearah kamar yang letaknya di lantai dua. Karena Varose telah bersiap, gadis itu hanya menunggu Chanie selesai mengganti pakaian dan membantu gadis itu merias sedikit. "Kulitmu semakin halus, pasti Bibi sangat merawatnya." ucap Varose ketika serbuk bedak memoles wajah Chanie.
102.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 85 Beses bilang roses and champagne ch 82
Read
+Library
Menikahi Sang Pendendam

Menikahi Sang Pendendam

Champagne. Plop! Celine berhasil membuka tutupnya diiringi dengan buih lembut melewati jarinya. Tadi ia sempat membawa Mrs. Glass Champagne tapi apa daya pecah berkeping ketika Celine jatuh tadi. Pemandangan di hadapannya indah sekali. Gazebo ini terletak tepat di tepian danau. Sambil mengernyit, Celine minum setengah dari isi minuman langsung mulut botol.
1013.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 287 Beses bilang roses and champagne ch 82
Read
+Library
The Calendula

The Calendula

Philip berkata seraya mengambil sebuah botol Soju dan beberapa gelas kecil lalu diletakkannya di atas meja. "Astaga, aku tidak menyangka jika Rosa bisa tumbuh secantik ini." Romeo berkata seraya menatap Rosa dengan mata berbinar. "Aku memang sudah cantik dari dulu, kau saja yang buta selama ini." balas Rosa dengan wajah yang ia buat sedatar mungkin, bermaksud bercanda. Tak berhenti, candaan itu dilanjutkan dengan yang lainnya hingga membuat tawa mereka semua pecah di sana.
107.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 257 Beses bilang roses and champagne ch 82
Read
+Library
RUANG AJAIB JURAGAN FIKRI

RUANG AJAIB JURAGAN FIKRI

Dia sedang bersiap-siap untuk mencuci piring, saat ini Chelsea sudah berdiri dan buru-buru berkata,"Biarkan aku saja yang mencucinya, kamu sudah lelah seharian." Fikri juga tidak menolak. Dia pergi ke kamarnya. Bahkan tidak mengangkat kepala untuk melihat Chelsea. Entah kenapa ia merasa sedikit kesal. Dia dan Chelsea, tidak mungkin memiliki hubungan lebih dari teman. Di ruang miliknya. Anggur Sunrose sudah mulai memunculkan buah kecil, sekumpulan buah hijau tergantung di cabang-cabangnya, saling berdekatan dan memiliki warna hijau muda yang indah!
103.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 86 Beses bilang roses and champagne ch 82
Read
+Library
Takdir Jodohku

Takdir Jodohku

Ia meninggalkan tempat peristirahatan terakhir Edric dan menuju ke tempat selanjutnya. Meraih bucket mawar merah kemudian menuju ke kamar dengan angka 4120. Di sana ada Chan yang masih terbaring tanpa suara. "Good Afternoon, Chan. How's your day?" ujar Rossie sambil memindahkan bunga warna merah tersebut ke dalam vas kaca. "Hari ini, aku kalah balapan dari Catherine. Dia sekarang begitu mahir." Tidak ada respon yang didapatkan oleh Rossie. Well, mau berharap apa? Chan masih memejamkan kedua matanya.
7.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 217 Beses bilang roses and champagne ch 82
Read
+Library
Puncak Kehidupan

Puncak Kehidupan

Itu bahkan lebih nyaman. Suzaku sangat marah karena malu, namun dia tidak memiliki kekuatan untuk melawan. Suara mendesing! Alex bergerak dengan merentangkan tangannya. Botol Chateau Lafite Rothschild 1982 di atas meja teh, yang dibuka sebelumnya, terbang ke arah tangannya. Masih ada lebih dari setengahnya di dalam, dia meneguk beberapa kali dan menghela nafas. “Anggur merah favorit Waltz telah dihancurkan olehmu. Anggur ini tidak akan terasa enak besok. Sebagai pelayan penghangat tempat tidur untuk Colemans, apakah Anda pikir kamu pantas untuk mencicipi anggur yang begitu indah?”
8.53.4M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 99.1K Beses bilang roses and champagne ch 82
Ipakita ang mga Review (846)
Read
+Library
Raka Abqary
percuma dong alex mnjadi sngat kuat toh pada akhirnya hanya alex dan kaisar rowan yang tersisa dibumi..& ternyata tujuan dari cerita ini ialah hanya mencari & bertemu leluhur rockfeller,yaitu dewa sang pencipta..gk seru,gak sesuai dgn harapan,masa iya stlh reinkarnasi alex jdi murid SMPnya dorothy?
Film Nonton
author ngga jelas akhirnya hapoy atau sad, bikin cerita fantasi kesaktiannya ngga masuk akal dan hiperbola, pembaca sudah bayar mahal mahal per episode tapi ceritanya mengecewakan. siapa ini authornya? biar diingat lain kali sebelum membaca karyanya
Basahin ang Lahat ng Review
ROSALINE (GADIS MAWAR)

ROSALINE (GADIS MAWAR)

Alina pun bangkit dan berjalan menuju kamar untuk meletakkan bekalnya ke dalam tas. Harum mawar menguar menusuk indera penciumannya. "Rose, aku tahu itu kamu." ucap Alina tanpa memperhatikan sekelilingnya. Alina sangat faham harum yang selama ini berada di sekitarnya. Rose, bagi Alina memiliki harum yang sangat menenangkan bagi Alina. Namun akan terasa sangat menusuk indera penciuman dengan bau busuknya bagi orang yang memiliki niat dan hati yang busuk.
101.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 32 Beses bilang roses and champagne ch 82
Read
+Library
Last Flower

Last Flower

Hiasan kamar sebagai hadiah ulang tahunnya sepertinya telah dimandikan dengan parfum. Sepucuk surat juga ikut serta sebagai pelengkap, tapi Bayu enggan membacanya. Bayu menyimpan surat itu di laci meja dalam kamarnya, bersama dengan puluhan surat yang pernah ia terima tapi tak pernah ia baca , apalagi membalasnya. Entah sampai kapan Bayu tetap diam pada setiap perasaan yang ada untuknya. Akankah ia mulai memetik salah satu bunga yang mengitarinya.
103.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 103 Beses bilang roses and champagne ch 82
Read
+Library
Magic Rose : Rose Symbol

Magic Rose : Rose Symbol

Kini sang Putri pun berjalan menyusuri barisan pepohonan sakura yang sedang mekar itu. "Sama seperti saat itu! Aah, ibu pasti ada di tempat itu," gumam Kanna yang kemudian memacu kakinya. Tepat di depannya cahaya putih membelah barisan pepohonan itu. Namun, betapa terkejutnya dirinya mendapati apa yang ada di depannya. Hamparan bunga mawar yang belum berapa lama dia saat itu dilihatnya kini sudah hancur berantakan menyisakan kelopak bunga dan tangkai yang terpisah. Kacau dan berserakan.
104.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 138 Beses bilang roses and champagne ch 82
Read
+Library
PREV
1
...
345678
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status