Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menantu yang Tak Diinginkan

Menantu yang Tak Diinginkan

Malam ini begitu panjang dan dingin, entah kenapa tak berlalu dengan cepat seperti biasanya. Saat ini, di sebuah ruangan gelap tanpa penerangan dan lembab. Banyak debu dan kotoran di ruangan gelap ini, terlihat sekali jika ruangan ini tidak pernah di rawat.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai ruang gelap
Baca
+Pustaka
Crazy Woman

Crazy Woman

Orang dengan keadaan mental terganggu memang tidak bisa ditebak jalan pikirannya. Tidak banyak yang dapat dibicarakan dengan Tian karena kondisi lelaki tersebut benar-benar kacau. Kamar yang minim pencahayaan membuat ruangan tersebut terasa penuh sesak. Ria tadinya ragu untuk masuk lebih dalam mengingat dirinya masih phobia terhadap gelap, namun demi menuntaskan tujuannya datang ke sini, ia menguatkan diri untuk masuk.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai ruang gelap
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Ruang Tanpa Pena > “Ia tidak menulis, tidak bicara, tidak hadir. Tapi ia tahu segalanya. Dan kadang, tahu adalah bentuk kontrol yang paling sunyi.” Catatan Tertinggal di Perpustakaan Tertutup, ditulis dengan air mata. --- Bagian 1: Keheningan yang Menekan Setelah konfrontasi di bawah langit koyak itu, Lena dan Kai dibawa kembali ke ruang kosong sebuah tempat yang tidak memiliki batas, warna, atau suara. Ruang itu dinamai oleh Penulis Tanpa Tinta sebagai:
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai ruang gelap
Baca
+Pustaka
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

“Tempat yang seharusnya tidak kita lihat.” --- Bagian dalam pintu itu gelap, tapi bukan gelap yang sunyi. Gelapnya bergerak pelan, seperti kabut yang hidup. Ruangan panjang, lantai batu dingin, dan di dinding ada simbol-simbol kuno yang bersinar redup. Kael memegang dadanya. “Aduh… kenapa rasanya kayak ada yang menekan dada?” “Karena ada,” jawab Rian. Ia menatap sekeliling. “Tempat ini memakan energi kita.”
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai ruang gelap
Baca
+Pustaka
Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Di sebuah ruangan gelap. Dindingnya terbuat dari batu kasar yang dingin. Udara di dalamnya pengap dan lembap, seperti ruang bawah tanah yang jarang sekali disentuh sinar matahari. Satu-satunya penerangan hanya berasal dari sebuah obor yang tertancap di dinding. Api kecilnya bergoyang pelan, membuat bayangan di ruangan itu bergerak-gerak seperti makhluk hidup.
1037.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 980 kali sebagai ruang gelap
Baca
+Pustaka
Bukan Pilihan Suami, Tapi Jadi Idaman Presdir

Bukan Pilihan Suami, Tapi Jadi Idaman Presdir

Sebuah ruangan yang tak pernah berniat untuk ramah pada siapa pun. Begitu Ryota membuka pintu, lampu temaram menyala otomatis, memantulkan cahaya tipis ke dinding-dinding ruangan yang didominasi warna gelap. Dingin. Memaksa siapa pun yang masuk untuk diam. Sebuah sofa malas besar berdiri di sudut ruangan, lebih lebar daripada sofa yang ada di ruang belajar Elara. Ryota menurunkan Elara, membiarkannya berdiri dengan kakinya sendiri.
1049.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai ruang gelap
Baca
+Pustaka
Aku yang Kau Buang, Kini Tak Bisa Kau Sentuh

Aku yang Kau Buang, Kini Tak Bisa Kau Sentuh

Perlahan demi perlahan warna itu pudar, menjadi temaram, dan seketika kegelapan hakiki telah menyelimuti seisi ruangan. Tidak ada cahaya sama sekali di gudang itu. Hanya sinar rembulan yang terlalu samar menembus kaca jendela. Ruangan itu tampak menakutkan, dengan tumpukkan batang-batang yang sudah tidak terpakai. Menciptakan sebuah ilusi optik yang bagi siapa saja yang penakut, akan tersugesti akan hal menakutkan yang tercipta dari pikirannya.
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 452 kali sebagai ruang gelap
Baca
+Pustaka
Handsome, But Dangerous!

Handsome, But Dangerous!

**** Ruangan yang sangat gelap, tidak ada cahaya. Sang pemilik kamar enggan untuk membuka horden sehingga cahaya matahari tidak bisa masuk walaupun dipaksa. Seorang gadis meringkuk dengan tubuh bergetar diatas tempat tidur nya. Wajahnya tertutup oleh rambut panjangnya hingga sulit untuk melihat kondisi wajahnya.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 370 kali sebagai ruang gelap
Baca
+Pustaka
Datang Untuk Mereka

Datang Untuk Mereka

Gelap. Ketika membuka mata bulatnya, Zenia hanya melihat kegelapan. Tidak ada cahaya sama sekali, udara di ruangan itu juga panas. “Halo? Ada seseorang di sini?” Zenia memaksakan kakinya yang terasa sakit untuk berdiri, lalu berjalan pelan mencari pintu keluar. Setelah menaiki tangga yang cukup panjang, barulah ia menemukan cahaya. Zenia menengok ke belakang, ternyata tadi dia berada di ruangan bawa tanah, pantas saja gelap dan pengap.
9.98.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai ruang gelap
Baca
+Pustaka
Cintaku 100 Hari

Cintaku 100 Hari

Langit berwarna kelabu gelap, bulan pun bersembunyi di balik awan. Zalleon duduk di lantai kamarnya, punggungnya bersandar pada dinding yang dingin. Lampu kamar tak dinyalakan. Dalam kegelapan itu, hanya suara hujan yang menemani. Pandangannya kosong, terarah pada langit-langit. Tapi pikirannya melayang jauh. “Sang Cahaya…” bisiknya lirih, hampir seperti desahan napas.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai ruang gelap
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status