Gairah Liar Perselingkuhan
Aku membuka pintu ruangan meeting dengan tegas, ruangan meeting yang minimalis modern dengan sentuhan kayu di dinding dan lampu gantung yang memberikan pencahayaan hangat, kini terasa dingin oleh ketegangan yang memenuhi udara. Meja besar berbentuk persegi panjang, cukup panjang untuk menampung banyak orang, dan beberapa direksi yang hadir mendominasi ruangan meeting itu. Di ujung meja, Pak Desmond duduk di kursi CEO-nya dengan wajah serius. Tangannya bertumpu di dagu, tatapannya tajam, dan alisnya berkerut. Di sekelilingnya, delapan direksi lainnya tampak sibuk berdiskusi—atau lebih tepatnya, berdebat sengit.