My Step Brother
Lantai tiga ini cenderung seperti sebuah ruang pertemuan dan juga ruang tunggu untuk tamu-tamu Eder, ya itu apa yang aku pikirkan karena ada beberapa sofa, ada yang diluar dan juga ada beberapa sofa di dalam ruang kaca transparan lainnya.
Eder berjalan lurus kedepan, aku mengekorinya melewati ruangan yang bisa kutebak sebagai meeting room, dia berhenti didepan pintu kayu warna hitam, lalu membukanya,
Bukan ruang kerja yang super mewah, ini terlihat lebih keren karena konsep elegan, minimalis dan nyaman.
100% gaya Eder.
"Kenapa?"
Pertanyaan dengan nada ketus membuatku tersentak, "Biasa aja dong!" Sahutku tak mau kalah, aku lebih memilih melangkahkan kaki melihat-lihat sekeliling dari pada ber
Hot Chapters