Dikejar-kejar Brondong
Suara hujan yang semakin deras dan diikuti dengan petir yang menggelegar, membuat Rain merasa bersyukur dipertemukan dengan Koswara, yang memberinya tempat untuk bermalam.
Setelah makan malam, Rain beristirahat di kamar yang sebesar kamar mandi di dalam rumahnya. Tempat tidur kayu yang sudah tua dan berdecit setiap Rain bergerak, membuatnya terkekeh, ditambah dengan ujung kakinya yang menggantung karena panjang tempat tidurnya kurang dari dua meter. Semua ini, membuat Rain merasa dirinya berada di negeri kurcaci.
"Aku belum pernah berada di tempat sekecil ini seumur hidupku. Ini lucu sekali, aku harus mengabadikannya," lirihnya sambil mengambil gawainya dan memotret setiap sudut kamarnya.