TERPAKSA MEMBIAYAI PESTA PERNIKAHAN ADIKKU
puji Bu Sri semringah.
“Makasih, Bu. Ibu juga baik banget sama saya. Selain kaya raya, Ibu orangnya ramah tamah,” pujiku balik di dalam kamar kostan yang perabotnya sudah lumayan lengkap ini. Ada kasur yang muat dua orang, ada lemari pakaian, dan ada AC. Yang kurang cuma peralatan makan sama meja dan kursi kerjanya saja. Selebihnya sudah sangat top!
“Ah, bisa aja, Mbak Agni. Omong-omong, Mbak sudah punya calon belum?”