Hajatan di Rumah Ibu
Namun, aku tidak bertanya, tidak juga berkomentar.
“Kamu nggak ke rumah Ibumu?” Bu Marni bertanya, nadanya seperti menyindir. “Saya baru pulang dari sana, nih. Dikasih ini. Di sana lagi ada hajatan besar. Ibumu sampai motong kambing beberapa ekor,”
Aku mendadak terdiam. Hajatan? Apa maksudnya? Aku belum mendengar kabar apapun. Padahal, Ibu hanya tinggal di kampung sebelah, tak terlalu jauh dari sini.
Hot Chapters