Rumah Kakek
“Oh ya, nanti paman sekalian bilang. Lagipula lama-lama paman mulai terbiasa dengan gangguan disini. Kita tak boleh mwrasa takut terus, ingat! Kita disini mau memperbaiki nama baik kakek dan nenek kita, ok?!”
Sementara itu, aku yang sedang mencuci piring di dapur, mendengar samar-samar suara paman Agung yang sedang berbincang melalui telepon, karena dapur ini tepat bersebelahan dengan kamarnya, tanpa menguping pun.. Suaranya pasti akan terdengar.
“Rumahnya Mbah Duro di mana? Biar saya samperin aja dan jemput sekalian. Tapi dia jago kan ngusir setannya?”
Hot Chapters