Embun Cinta
Misa menggoda.
“Ih, sumpah. Aku lebih suka jomblo, deh, jika jodohku Jimat!” Aurel memukul punggung Misa pelan.
Sama, Jimat juga tidak terima. “Siapa juga yang ingin jodoh sepertimu, Rel. Cantik, sih, tapi kalau tidak bisa masak, lemot berpikir, dan tidak peka, bagaimana bisa menjadi istri yang baik?” Jimat membalas dengan tidak kalah pedasnya.