Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kelahiran yang Menghancurkan

Kelahiran yang Menghancurkan

Aku berusaha menenangkan diri, menghantam pintu dengan tinju lemahku, berteriak minta tolong. Tapi ini ruang operasi pribadi milik Alexander yang terisolasi, kedap suara, tanpa jendela. Tidak ada seorang pun yang bisa mendengar rintihanku yang makin melemah. Bayiku menendang keras-keras, seakan berusaha melepaskan diri dari penjara dingin ini. Tubuhku basah kuyup, entah karena keringat atau darah. Racun dari obat penahan kontraksi itu terus menyedot tenagaku, mencuri hidupku detik demi detik.
56.9K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as run-through
Read
+Library
Runtuhnya Sebuah Kesetiaan

Runtuhnya Sebuah Kesetiaan

Esti menghembuskan napas pelan, lalu membuka pintu. Ruangan itu sunyi. Aroma antiseptik menusuk hidung, dan bunyi detak mesin pemantau jantung terdengar seperti detak waktu yang terus berjalan, mengingatkan bahwa segala yang hidup, bisa melemah, bisa berakhir.
1017.9K viewsCompletedAdded to Library 412 Times as run-through
Read
+Library
MEMORY

MEMORY

Sedangkan Violet tersenyum senang. "Huft! Oke, kuat pelan sedang!" Ucap Danis. Dan yang lainnya dengan serempak mengeluarkan jari masing-masing. Danis mulai membaca mantra lagi dan berhenti di kata pelan. Mau bernafas lega pun tak bisa, karena mau pelan atau kuat sekalipun tak ada yang enak kalau di gelitik. "Kosong kosong satu...satu satu dua...dua dua tiga..." Ucap Violet dengan semangat tiap melakukan batu gunting kertas untuk menentukan berapa banyak hukuman yang di dapatkan para pemain.
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as run-through
Read
+Library
Kembalinya Sang Pemburu

Kembalinya Sang Pemburu

Kalau begitu ayo lakukan cara ini! "Hilangkan efek layar status sementara. Memulai peniruan skill!" Kemudian sebuah lingkaran berwarna ungu gelap dengan garis lingkaran dalam berwarna putih mulai menlingkari pergelangan tangan kanan Leander. Lingkaran tersebut berputar terus menerus membuat belati itu juga ikut berkerlip redup. Deg! Deg! Finn mulai merasakan darah dalam tubuhnya berdesir aneh dengan detak jantung yang tak beraturan.
8.95.3K viewsOngoingAdded to Library 174 Times as run-through
Read
+Library
ARE YOU DONE, MY DEAR?

ARE YOU DONE, MY DEAR?

Reiko nyengir. "Bagaimana dengan Adit? dia sudah tanda tangan?" tanya Fumiko. "Sudah dong, ternyata dia sudah berusaha mengajukan selama sepuluh tahun." Reiko memberikan informasi. Kinara mengerutkan kening. "Mengajukan pinjaman?" "Ya." "Untuk apa?" "Modal usaha, tapi tidak dilanjutkan karena usahanya cacat." "Kamu tahu usaha apa yang ingin dia bangun?"
634.3K viewsCompletedAdded to Library 856 Times as run-through
Read
+Library
SEQUOIA

SEQUOIA

Ia berhasil sampai rumah setelah menempuh 20 menit lebih, padahal normalnya hanya 7 menit saja untuk pejalan kaki. Di jalan, Joita terus-terusan berkata kasar sambil sesekali merusak bunga yang ada di pinggiran jalan. Jika ia kepanasan dan kembali dongkol, ia berhenti dan duduk di trotoar seperti anak kecil. Setelah malu dilihat banyak orang baru ia melanjut jalan. Begitu terus, hingga akhirnya berhasil ke rumah. Jika tahu akan seperti itu, Joita tak akan mentraktir teman-temannya sampai menguras habis uang saku. Tak akan pernah lagi.
7.52.9K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as run-through
Read
+Library
Repeated Past!

Repeated Past!

“Kenzo, maksud lo apa, sih? Ini nggak lucu! Lepasin gu—“ Lagi-lagi, Khanza belum sempat menyelesaikan kalimatnya, ketika mendadak, tubuh Kenzo meluruh begitu saja. Khanza yang kaget dan panik hanya bisa menjerit sebentar, sebelum kemudian mencoba menahan tubuh atletis Kenzo. Dia membiarkan dirinya meluruh bersama dengan Kenzo yang tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri. Susah payah, Khanza meraih ponselnya yang berada di saku celana jeans dan menelepon Keanu.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as run-through
Read
+Library
RETAK

RETAK

Dia menengadah langit, perlahan wajahnya merasakan gerimis tersebut. Langkahnya membawa ke halte bus guna meneduhkan tubuh. Gerimis kini berubah menjadi hujan deras. Vitaloka merutuki diri yang tak membawa payung ataupun memakai pakaian tebal. Dia hanya memeluk tubuh sendiri dengan mengamankan benda yang tadi dibeli.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as run-through
Read
+Library
RUN! [Bahasa Indonesia]

RUN! [Bahasa Indonesia]

Teresa menangis di bawah guyuran hujan namun tak menghentikan langkahnya. Langkahnya terhenti saat mendengar lolongan serigala, jantungnya berpacu cepat dan detik berikutnya dia berlari. Nasib sial untuk Teresa, setelah 20 langkah berlari dirinya tergelincir ke depan dan masuk ke jurang dengan batu batu besar. Jurang ini cukup dalam, kepala Teresa lagi lagi terbentur namun kali ini benturan nya sangat keras membuat kesadaran nya menghilang.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 161 Times as run-through
Read
+Library
Exit

Exit

“Bye, Olin.” April melambaikan tangan singkat, menutup kembali kaca mobil, menyuruh sopirnya untuk menjalankan mobil. Aku menghela nafas pelan, menatap mobil yang ditumpangi April hingga hingga di kelokan jalan sana. ***
102.7K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as run-through
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status