Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BEHIND

BEHIND

"Tapi, jika dia bisa merubah tubuhnya menjadi Jean, bukan tidak mungkin ia juga berubah menjadi sepertimu, 'kan?" "Kalau begitu, mari kita ciptakan sebuah kode untuk memastikan tiap bertemu." "Bagaimana dengan menepuk bahu?" "Tidak, Jo, itu terlalu umum. Bagaimana jika dengan menghentak ujung jemari kaki pada tanah?" "Bukan ide buruk. 212." "Angka apa?" "Hentak sesuai angka. Dua kali cepat, sekali, dua kali cepat. Kau paham, Grace?"
107.1K viewsCompletedAdded to Library 247 Times as run-through
Read
+Library
Reset

Reset

PLAKKK Pukulan lumayan keras mendarat mulus di kepala Saka. "Aduhhhh, sakit kak! Cewek main kasar itu nggak boleh tahu!" omel Saka cemberut mengelus kepalanya. Meski begitu dia turun juga, memasukkan motornya ke dalam setelah pagar rumah dibuka Lintang. Lintang menghiraukan Saka, dia menyuruh Saka duduk di teras depan sedang dia masuk ke dalam sebentar, mengambil kotak obat.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as run-through
Read
+Library
Repeated Past!

Repeated Past!

“Kenzo, maksud lo apa, sih? Ini nggak lucu! Lepasin gu—“ Lagi-lagi, Khanza belum sempat menyelesaikan kalimatnya, ketika mendadak, tubuh Kenzo meluruh begitu saja. Khanza yang kaget dan panik hanya bisa menjerit sebentar, sebelum kemudian mencoba menahan tubuh atletis Kenzo. Dia membiarkan dirinya meluruh bersama dengan Kenzo yang tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri. Susah payah, Khanza meraih ponselnya yang berada di saku celana jeans dan menelepon Keanu.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as run-through
Read
+Library
RENDEZVOUS

RENDEZVOUS

Kanza mengacak rambutnya frustrasi, "Kalo tahu gitu mah mending ikut lari estafet. Ngeselin banget!" Abian mendengus melihat tingkah Kanza yang menggerutu, "Payah." Cibir Abian. Kanza melirik Abian kesal, bibirnya masih mengecut sebal pasalnya ia ditipu. Astaga Zumba? 15 menit saja ia tidak kuat bagaimana kalau sejam. Astaga ia tidak bisa membayangkan nanti. Pintu lift terbuka, mereka berdua keluar dari lift dengan Abian berjalan terlebih dahulu dan Kanza masih terus-terusan berdecak sebal di belakang. Tiba-tiba Abian menghentikan langkahnya begitu juga Kanza yang sedikit terpenjat kaget karena Abian yang membalikkan tubuhnya secara tiba-tiba juga.
1010.0K viewsOngoingAdded to Library 289 Times as run-through
Read
+Library
Unforgettable

Unforgettable

Saat semua mobil berputar balik, mobil Brandonlah yang masih diam di sana, ia perlahan berusaha mengamati gerak-gerik orang tersebut. "Sepertinya konstruksinya belum selesai juga, atau adakah jalan lain yang bisa kita lewati, aku periksa dahulu," ujar Anna sambil perlahan hendak membuka handphonenya. Di saat yang sama mobil Brandon tetap berjalan maju perlahan sampai-sampai membuat Anna perlahan mengamati gerak-gerik Brandon.
1010.3K viewsCompletedAdded to Library 227 Times as run-through
Read
+Library
Pelangkah Tanpa Syarat

Pelangkah Tanpa Syarat

Ternyata, semua biaya sudah di bayar lunas entah oleh siapa, karena pihak rumah sakit tidak memberikan penjelasan apa pun padanya. Sebelumnya, aku sudah meminta Landu membantahku melunasi sisa pembayaran. Tentu saja menggunakan uangku setelah aku mentransfer melalui M Banking. Aku pun heran. Apa Mas Ragil lagi yang melunasinya? Tapi kenapa? Landu mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju kontrakanku. Ibu lebih banyak diam dari semalam, aku tidak tahu apa yang dia pikirkan. Tidak biasanya ibu begitu.
104.7K viewsCompletedAdded to Library 167 Times as run-through
Read
+Library
TURUN RANJANG

TURUN RANJANG

gumamnya lagi. Valery pun berlari cepat ke arah pintu utama. Dia langsung masuk dan melihat Kenneth sedang berjalan tertatih bahkan sempoyongan ke arah tangga. James mengikutinya dari belakangan sambil menatapnya cemas begitu juga Catherine. "Kenapa mereka tidak memapahnya? padahal jelas-jelas Kenneth terlihat lemas bahkan hendak jatuh," gerutunya sambil melangkah cepat melintasi James.
10565 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as run-through
Read
+Library
PARALLEL

PARALLEL

Sang senior memberi peringatan terakhir disambut anggukan Xabi. Setelah siap dan aba-aba dikumandangkan, ketiga gadis itu berlari melewati segala halang rintang di tengah-tengah lapangan. Mereka tidak hanya harus berlari cepat dan melewati rintangan, tetapi juga melewati kepulan asap dari gas air mata yang sengaja dilemparkan. Kurang lebih ada lima hambatan yang di pasang: merangkak di bawah kawat berduri, melompati galah-galah setinggi pinggang, memanjat tebing, lompat jauh, dan akhirnya sprint sejauh seratus meter. Xabi sukses melewati semuanya dan tiba di urutan paling depan.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as run-through
Read
+Library
LEAK

LEAK

Tahapan ritual telah lengkap ditunaikan. Wanita berpakaian putih ini melangkah ke pojok kamar, menghampiri sebuah tong berisi pancuran. Jemari lentiknya membuka penutup pancuran. “Bismillahirrahmanirrahim.” Ni Kesumasari melakukan rukun wudu secara runtut lalu melangkah ke arah ranjang yang telah tergelar sebuah sajadah di atasnya. “Bismillahirrahmanirrahim. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah.”
9.916.9K viewsCompletedAdded to Library 506 Times as run-through
Read
+Library
RANIA

RANIA

Tanpa memperdulikan semuanya rania terus berlari, menyusuri jalan yang sepi dan gelap dia terus berlari dengan tak tentu arah. Tiba tiba hujan turun dengan sangat deras, dengan langkah yang terseok seok karena lelah rania berhenti, bersimpuh ke jalanan dengan memukul dadanya yang terasa sesak. Jangan lupakan air matanya yang terus mengalir dengan derasnya, sungguh rania merasa kecewa sekarang. " Lo jahat ya, lo jahat. Kenapa lo lakuin ini ke gue."
105.7K viewsOngoingAdded to Library 222 Times as run-through
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status