Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pria yang Pernah Menghancurkanku

Pria yang Pernah Menghancurkanku

pamit Hasbi sambil berjalan keluar kamar. Hasbi membawa kakinya menuju ruang kerja, dia yakin bahwa Mars pasti ada di sana. Benar saja, saat dia membuka pintu ruang kerja, terlihat Mars sedang fokus menatap layar di depannya. Hasbi menutup kembali pintunya, lalu berjalan mendekati Mars. "Ada apa?" tanya Mars melepaskan kacamatanya. Dia beranjak dari kursi kerjanya menghampiri Hasbi yang sudah lebih dulu duduk di sofa yang ada di ruang kerja.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as s2 mars
Read
+Library
Rantai Gen Mekanik

Rantai Gen Mekanik

"Rakyat Bumi, dengarkan." Neo berjalan ke depan panggung, wajahnya serius, "Aku akan mengumumkan dua hal sekarang, kuharap kalian semua mendengarkan dengan cermat. Pertama, saluran ruang angkasa ke Mars telah dibuka. Dengan jumlah pesawat ruang angkasa dan populasi saat ini di Bumi, kita dapat menyelesaikan relokasi semua orang dalam lima belas hari." "Lima belas hari?"
104.3K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as s2 mars
Read
+Library
Dosen Duda Kesayanganku

Dosen Duda Kesayanganku

Nara mempersilakan Argan untuk memulai permainan. Argan melajukan mobilnya dan berhenti di depan stasiun. Dia memungut secarik kertas yang digulung. Argan membaca isinya. "Planet mars. " Argan melirik Nara dan Sakha. "Mama atau Sakha nih yang mau nanya?" Nara melirik Sakha. "Sakha yang nanya," Sakha memekik senang. Sakha melirik ayahnya. "Ayah, kenapa planet Mars berwarna merah?"
103.6K viewsCompletedAdded to Library 142 Times as s2 mars
Read
+Library
WANITA BUTA DAN SUAMI BAYARAN

WANITA BUTA DAN SUAMI BAYARAN

Mars tampak berpikir, lalu kemudian menjawab, "aku ingin kamu bisa melihat lagi." Suci tersenyum. Hatinya berbunga-bunga mendengar jawaban Mars. "Terus yang kedua?" tanya Suci melanjutkan. Mars mendekatkan bibirnya ke telinga Suci dan berbisik, "aku mau kamu bahagia selamanya di sepanjang hidup kamu." Senyum lebar di wajah Suci mendadak pudar. Wanita itu tertegun mendengar jawaban kedua yang terlontar dari mulut Mars.
1013.1K viewsCompletedAdded to Library 381 Times as s2 mars
Read
+Library
Mars vs Venus

Mars vs Venus

ucap Venus membuat Mars mengernyitkan alisnya tidak mengerti. “Kapan?” tanya Mars sembari meremas bokong Venus gemas. “Tadi saat aku ngomong dengan Shasa.” “Ah…,” remasan Mars pada dua pasang gundukan kenyal dan lembut milik Venus, meremasnya bahkan menjepit ujungnya membuat ucapan Venus menggantung.
9.910.8K viewsOngoingAdded to Library 410 Times as s2 mars
Read
+Library
Selubung Memori

Selubung Memori

“Katakan saja.” “Itu simbolis,” jelas Lavi. “Kau beruntung tidak pernah masuk ke dalamnya. Kau bakal tahu seberapa besar dendam darah campuran kalau masuk ke sana. Dua gerha itu simbolis kematian. Satu untuk Venus. Satu untuk Mars.” Aku berusaha mencerna itu dalam-dalam. “Aku tidak mengerti.” “Ada dua penghuni yang terbunuh di masa lalu. Tiga tahun lalu, mata-mata ini membunuh Mars. Satu lagi di selang tiga tahun ini—terjadi setelah insiden besar tiga tahun lalu. Penghuni Venus.”
1019.4K viewsOngoingAdded to Library 660 Times as s2 mars
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

permanen antara Bumi dan Mars. Di Mars, Litho-Consciousness (Kesadaran Batuan) telah sepenuhnya terbangun. Gunung Olympus Mons, gunung tertinggi di tata surya, mulai memancarkan suara nyanyian frekuensi rendah yang bisa didengar oleh siapa pun yang memiliki antena empati.
965 viewsOngoingAdded to Library 33 Times as s2 mars
Read
+Library
BLASTERIS TERKUAT

BLASTERIS TERKUAT

Krisna menyeka keringat dingin dari kepalanya dan kemudian merasakan tanda dimensional yang dia tinggalkan sebelum Wormhole 13 dan diam-diam muncul di depannya. Wormhole 13 ditangguhkan diam-diam di udara, tidak berbeda dengan saat dia tiba. Krisna diam-diam menghela nafas lega saat melihat ini. Setelah dia menyelam dan keluar lagi, dia sudah berada di Mars. Mars masih Mars itu, tetapi suhunya jauh lebih tinggi sekarang, dan berdiri di Mars hampir tidak berbeda dengan Bumi sekarang.
1066.3K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as s2 mars
Read
+Library
Legenda Penjinak Monster

Legenda Penjinak Monster

Tepat ketika mereka mengira itu masalah sinyal, suara Mars keluar dari walkie-talkie. "Bah, bah! Kenapa masih ada badai pasir di Gobi malam-malam!" Mars menutup matanya dengan kedua tangan. Banyak pasir beterbangan ke mulutnya saat ia berbicara. Awalnya ia mendekati perangkap itu, tetapi embusan angin yang tak terduga datang lebih dari setengah perjalanannya, mengaburkan pandangannya. Cahaya lampu sorot bahkan tidak bisa menembus satu meter pun, seolah-olah badai pasir sedang menyapu seluruh Gobi. Mars menguatkan diri dan menerobos pusaran angin yang dahsyat itu. Ia menoleh dan menyorotkannya dengan lampu sorot, mendapati bahwa itu adalah siklon berdiameter empat hingga lima meter.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as s2 mars
Read
+Library
Mars Dan Antares

Mars Dan Antares

Benar-benar tak bisa dipercaya. Sekitar kurang lebih 2 menit, cahaya yang semula terang kini mulai meredup, jam yang semula melayang kini kembali ke tangan Ji An. Setelah benar-benar tak ada lagi cahaya, Ji An dan Seok Won membuka mata mereka. Tak ada yang berubah, mereka mengerjap-ngerjap menetralkan penglihatan mereka terlebih dahulu. Namun nihil, tempat ini tak ada perubahan sedikit pun, kekecewaan muncul di benak Ji An. Seharusnya dia memang tak berpikir akan adanya kekuatan supranatural, dan lihat sekarang, kekecewaan itu muncul lagi di benaknya setelah sekian kalinya.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as s2 mars
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status