Ketika Istriku Minta Talak
“Sayang? Kenapa tidak menjawab? Meskipun orang bilang, jika perempuan diam saat dilamar itu artinya iya. Tetapi, aku masih ragu, Sayang. Aku mau mendengar jawaban dari bibirmu, meski hanya sepatah kata.”
Aku tak berani mendongah. Lidah ini sungguh terasa kelu. Bagaimana caraku mengatakan bahwa aku sangat setuju. Aku sungguh tak mampu. Kupaksa menggerakkan bibir, bergetar, dan mulai berucap.
“Mas.”
Ya, Tuhan, kenapa hanya kata itu yang terdengar. Tak bisakah mengucap sepatah kata bilang mau?