JERAT CINTA RENTENIR MUDA
"Terima kasih sudah tidak pernah marah meskipun aku menjadi sangat merepotkan belakangan ini. Aku tahu Abang stres dengan urusan gudang dan dana investasi dari Pak Gunadi yang harus segera dikelola, tapi Abang tetap di sini."
Bahtiar menatap langit, lalu menoleh ke arah Ayu. "Tahu tidak, Yu? Selama bertahun-tahun menjadi rentenir, Abang pikir kekuatan itu adalah tentang berapa banyak orang yang takut padaku atau berapa banyak uang yang bisa aku kumpulkan. Tapi sejak bersamamu, apalagi setelah kejadian ini, aku sadar kekuatan sejati adalah tentang kesabaran untuk tetap tinggal saat badai datang."
Bahtiar menghela napas, ia nampak ingin mengungkapkan sesuatu yang selama ini ia pendam.