Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpaksa Menikah dengan Calon Mertua

Terpaksa Menikah dengan Calon Mertua

Walau berat hati, pria dengan garis wajah tegas itu mendorong sepeda motor yang biasa digunakan Darmi untuk pergi ke pasar, menstaternya lalu segera melajukan kendaraan roda dua itu secara perlahan menuju jalan raya. Dengan riang Sania melingkarkan tangan di pinggang suaminya, menautkan dagu di pundak Sadewa, menikmati semilir angin malam yang terasa dingin menusuk kulit. Ini yang selalu dia bayangkan sedari dulu. Jalan-jalan bersama kekasih halalnya, menikmati malam bersama di atas sepeda motor sambil berpegangan tangan. “Dingin ‘kan?” Sadewa mengelus punggung tangan istrinya seraya melirik wajah perempuan yang teramat dia cinta dari kaca spion.
10410.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.0K kali sebagai sadel sepeda
Baca
+Pustaka
METEOR

METEOR

Laura melangkah pergi, Bram mengejarnya. Bram mensejajarkan langkah Laura. "Laura, tau gak? Hari ini aku bawa sepeda loh," ucap Bram menarik perhatian, Laura tidak suka motor dengan alasan pusing setelah menaikinya. Laura mulai tertarik. "Oh iya?" rautnya berubah sumringah, sepeda membuatnya nyaman, merasa lepas, dan tidak menimbulkan pusing. Bram mengangguk. "Beneran. Itu, sepedaku," Bram menunjuk sepedanya berwarna emas kecoklatan.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai sadel sepeda
Baca
+Pustaka
(Bukan) Pernikahan Impian

(Bukan) Pernikahan Impian

"Enggak. Aku cuma belum terbiasa karena udah lama nggak naik sepeda." "Sebentar lagi kamu akan terbiasa karena mulai hari ini dan seterusnya kita akan bersepeda setiap pagi." Vanella terkejut mendengar perkataan Vino karena ini artinya kenangannya bersama Malvin akan terus menghantuinya. "A—apa nggak ada olahraga lain?" "Aku suka bersepeda. Aku nggak mau olahraga lain. Jadi jangan protes. Ayo kita lanjut lagi," tegas Vino yang segera mengayuh sepedanya kembali.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai sadel sepeda
Baca
+Pustaka
RAHIM GADIS SEWAAN

RAHIM GADIS SEWAAN

Menemui ketiga sahabatnya. Tak mengenakan pakaian rapi. Alejandro malah menggunakan kaos polo putih, celana navy dan sneakers. Sangat santai. Memang dia tak berniat untuk bekerja. Tetapi untuk healing sebentar. Mobil sudah siap, Marlo memberikan kunci mobil pada sang Tuan. Akhirnya besi beroda empat itu lepas landas ke jalanan. Alejandro beberapa kali menoleh kea rah samping kursi kemudi. Biasanya ada Zevanya di sebelahnya. Jika diperjalanan biasanya mobil ini penuh dengan snack, buah dan jus. Dan itu semua milik Zevanya.
1073.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai sadel sepeda
Baca
+Pustaka
Orang Ketiga Di Pernikahanku

Orang Ketiga Di Pernikahanku

Buru-buru April memutar bola mata membuat suaminya terkekeh. “Sekarang coba Sheril kasih tahu ke Daddy kenapa Sheril pengin banget beli sepeda?” “Coalnya Kak Ais punya cepeda. Kak Aim juga punya cepeda. Masak Celil doang yang nggak punya cepeda!” Sean tertawa. Owalah jadi itu alasannya Sheril sangat ingin punya sepeda. “Tapi, kan, kamu belum bisa naik sepeda. Apa Sheril nggak takut kalau nanti jatuh?”
9.830.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 610 kali sebagai sadel sepeda
Baca
+Pustaka
OBSESI TUAN STERLING

OBSESI TUAN STERLING

Kini, mereka berada di taman belakang Manor yang luasnya menyerupai hutan kota mini, lengkap dengan jalan setapak yang mulus. "Vera, aku bisa membelikanmu motor listrik jika kau mau, kenapa harus sepeda?" tanya Kaelan sambil menatap ragu ke arah sepeda tandem yang sudah disiapkan pelayan. "Karena aku ingin mendengar napasmu yang terengah-engah saat memboncengku, Kaelan! Itu baru namanya olahraga," jawab Vera dengan nada santai sambil naik ke bangku belakang. "Ayo, Tuan Sopir, jalan!"
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai sadel sepeda
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Editorku

Sentuhan Panas Editorku

“Lima menit. Kalau sepedanya rusak, kita balik.” *** Gudang villa ternyata menyimpan dua buah sepeda jengki tua yang catnya sudah sedikit mengelupas namun bannya masih cukup keras. Wildan mengambil salah satu sepeda yang paling layak, sementara Meysa naik di boncengan belakang karena ia mengaku tidak terlalu lancar bersepeda di jalanan menanjak. “Pegang yang kuat. Kalau jatuh, jangan salahkan aku,” ujar Wildan sambil mulai mengayuh.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai sadel sepeda
Baca
+Pustaka
My Boss My Husband

My Boss My Husband

Helaan nafas terdengar mengiringi rasa kecewa yang saat ini datang menghampiri. "Menurut saya, sepeda sangat tepat untuk kamu. Selain untuk kesehatan, resiko kecelakaan sangat kecil ketimbang memakai motor. Jadi, saya memutuskan untuk membelikan sepeda untukmu. Dan tak ada alasan kamu bilang terlambat lagi sampai rumah sebelum aku pulang!" Perkataan Sakti masih terngiang dalam benaknya.
8.630.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 855 kali sebagai sadel sepeda
Baca
+Pustaka
Anneth

Anneth

Setelah menyantap habis hidangan dan membayar tagihan, mereka pun bertolak ke toko sepeda terdekat. Di dalam toko sepeda, Anneth menjelaskan pada pegawai toko yang melontarkan pertanyaan padanya bahwa ia membutuhkan sepeda yang klasik, nyaman untuk dipakai sehari-hari dan praktis. "Bagaimana kalau saya menawarkan sepeda ini untuk Anda, nona?" "Keunggulannya apa?" "Sepeda ini ringan, stylish dan dapat dilipat. Apa Anda butuh yang bisa dipakai untuk tandem?"
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai sadel sepeda
Baca
+Pustaka
Into You

Into You

Saras tersenyum senang melihat sepeda itu, kemudian berlari kecil menghampiri Radit. “Wah, udah lama banget nggak naik sepeda ini.” Saras berjingkrak kegirangan. Radit tersenyum bangga, kemudian ia mengayunkan tangan kanannya ke belakang, selagi tangan kirinya menjaga keseimbangan setang sepedanya. Saras, yang tahu isyarat tangan kanan Radit, akhirnya menginjak pijakan sepeda yang ada di bagian belakang. Ia kemudian berdiri tepat di belakang Radit, berpegang pada pundak kokoh lelaki itu, untuk menjaga keseimbangannya. Saras menyukai dibonceng seperti ini. Ia dapat merasakan angin langsung menerpa wajahnya, dan yang lebih ia sukai, ia menjadi lebih tinggi daripada Radit—yang jika mereka berdi
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai sadel sepeda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status