Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Into You

Into You

Saras tersenyum senang melihat sepeda itu, kemudian berlari kecil menghampiri Radit. “Wah, udah lama banget nggak naik sepeda ini.” Saras berjingkrak kegirangan. Radit tersenyum bangga, kemudian ia mengayunkan tangan kanannya ke belakang, selagi tangan kirinya menjaga keseimbangan setang sepedanya. Saras, yang tahu isyarat tangan kanan Radit, akhirnya menginjak pijakan sepeda yang ada di bagian belakang. Ia kemudian berdiri tepat di belakang Radit, berpegang pada pundak kokoh lelaki itu, untuk menjaga keseimbangannya. Saras menyukai dibonceng seperti ini. Ia dapat merasakan angin langsung menerpa wajahnya, dan yang lebih ia sukai, ia menjadi lebih tinggi daripada Radit—yang jika mereka berdi
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai sadel sepeda
Baca
+Pustaka
Taruhan Berujung Cinta

Taruhan Berujung Cinta

*** Dibalik jendela kamar kosnya Laila tersenyum melihat Yudis sudah menunggu di depan pagar. Laila tak menyangka pria itu serius dengan perkataannya yang ingin ikut bersepeda dengannya. Awalnya Laila pikir, Yudis tak akan Sudi bersepeda, di mana melihat pria itu ke mana-mana selalu mengenakan mobil mewah. Mungkin saja ia tak pernah merasakan yang namanya capek saat naik motor atau pun bersepeda. Namun, Laila salah, Yudis dengan senang hati menawarkan diri untuk ikut bersepeda.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai sadel sepeda
Baca
+Pustaka
I Saed Lupyu

I Saed Lupyu

Saelandra : Ada masalah? Adis : Enggak. Enggak ada. Kenapa? Tidak lama Sae menjawab lagi. Saelandra : Aku mau ajak kamu keliling pulau pake sepeda. Mau?” Masih dengan posisi sama sambil menatapi layar ponsel dan membuka Line, aku terdiam menunggu. Sesekali aku melempar pandangan ke arah saung, menatapi pemuda itu sedang asik membalas. Tidak lama, line berbunyi lagi.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai sadel sepeda
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Suami Dingin

Sentuhan Panas Suami Dingin

Hingga tiba-tiba matanya melihat sepeda. Itu sepedanya, baru dibelikan beberapa hari sebelum acara tersebut. Sayangnya Ziea belum benar-benar bisa mengendarainya atau mengunakannya. Masih butuh pengawasan. Biasanya Haiden yang mengajarinya, tetapi Kakaknya tersebut tengah bermain game dengan sepupu mereka yang lain. Karena sangat ingin naik sepeda, Ziea nekat. Dengan semangat yang menggebuh-gebuh, Ziea mengayun pedal sepeda. Beberapa kali dia terjatuh, tetapi Ziea pantang menyerah. Dia terus mencoba dan mencoba, hingga dia bisa mengelilingi kolam renang dengan sempurna. Dalam hati, Ziea merasa bangga karena bisa menaiki sepeda secara otodidak. Tanpa bantuan oleh Haiden sama sekali.
9.71.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36.2K kali sebagai sadel sepeda
Tampilkan Ulasan (99)
Baca
+Pustaka
Sheila Pulungan
Suami Bastard yg Manis jg sdh selesai sy baca kak. Tp utk kejelasan secara eksplisit awal mula Reigha suka Ziea belum nampak. :( Kalau Rafael, Haiden, Razi, Maxim, dll. mereka jelas dikisahkan secara gamblang awal mula suka ke pasangannya. Karena sepertinya malah Reigha duluan yg suka Ziea, kalau...
raisa regina
Suka bgt ceritanya! Capek bgt ketawa, komedi terus. Tapi tetep romantis bikin senyum2. Sepanas dingin itu hahah. Suka banget liat saling bucinnya Rei & Ziea, finally Kak Deden & Mak Lea, Aesya & Mamat. Dan bucinnya Razie & Kanza. Ga kalah best kisah cinta Zira & Kae. Ah terluv sih!! Love Azam Fams!!
Baca Semua Ulasan
Suamiku yang dari Desa Ternyata Kaya Raya

Suamiku yang dari Desa Ternyata Kaya Raya

Katanya, akan lebih hemat dan cepat jika dibandingkan dengan menggunakan mobil. Sepeda motor mas Umair melaju sangat kencang, menyusuri jalanan aspal yang sebelumnya aku tak pernah mengetahuinya. Walaupun aku belum tahu pasti tujuan kami hari ini, tapi menurut cerita mas Umair, ia akan membawaku ke suatu tempat bernama Selo.
9.572.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai sadel sepeda
Baca
+Pustaka
Only Look At Me

Only Look At Me

Setelah berdiskusi tentang rute mana saja yang akan menjadi sasaran ketiga sahabat itu, mereka memulai bersepeda dengan Rissa memimpin jalan, disusul dengan Nara di tengah dan Azri di belakang. Di sebuah ruangan dengan berbagai peralatan fitnes, tampak seorang pria dengan jersey tank top warna putih keluaran produksi adidas yang tengah melakukan pull-up dengan peluh yang membanjiri tubuh dan pelipisnya, siapa lagi jika bukan Keenan Neo Salvino. Sudah dua jam ia berkutat pada ruang gym yang tersedia di lantai dua rumah pria dewasa tersebut.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai sadel sepeda
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Dadakan Om Pewaris Tampan

Menjadi Istri Dadakan Om Pewaris Tampan

Dua pria berbeda generasi itu segera memasuki showroom, mereka segera di arahkan pada sepeda yang sebelumnya sudah di pesan oleh Sangga, sebuah sepeda yang harganya tidak kalah dari harga mobil sejuta umat. Sangga membelikan Leo sepeda baru, karena sepeda lamanya mengalami patas as depan. Sebenarnya Leo meminta untuk diperbaiki saja, tetapi Sangga merasa lebih baik Leo menggunakan sepeda baru untuk mendukung karirnya. Selain itu juga sebagai permohonan maaf Sangga yang tidak bisa hadir saat Leo berkompetisi di kejuaraan nasional.
1051.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai sadel sepeda
Baca
+Pustaka
MENGASUH TUAN MUDA BRENGSEK!

MENGASUH TUAN MUDA BRENGSEK!

Kesadaran menyentaknya kuat-kuat. “Oh, ini. Aku terjatuh saat bersepeda.” Adeya ingin sekali menunjukkan rasa terkejut dan heran, karena Dane yang bersepeda di jam setengah dua belas malam dengan jarak yang cukup jauh dari rumah pria itu ke sini, tapi dia akhirnya diam dan mendengarkan alasan saja, karena itu adalah yang terbaik menurutnya.
1014.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 463 kali sebagai sadel sepeda
Baca
+Pustaka
CINTA PERTAMA SI GADIS ES

CINTA PERTAMA SI GADIS ES

serunya. Sasya terkejut. "Kencan? Kencan apa?" Ardi tidak menjawab, ia hanya menyeret Sasya ke area penyewaan sepeda di dekat danau. Mereka menyewa sepeda tandem, dan Ardi memaksa Sasya duduk di depan. Awalnya, Sasya canggung, takut, dan merasa konyol. Namun, saat Ardi mulai mengayuh dengan semangat, melintasi jalur-jalur hijau di sekitar danau, angin menerpa wajahnya, Sasya merasakan sensasi yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia tertawa. Tawa yang tulus, lepas, bukan tawa yang dipaksakan atau dirancang.
10952 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai sadel sepeda
Baca
+Pustaka
MY BABY

MY BABY

Mas Gino gak mau kugituin karena takut dikira orang homo. "Ck! Nyusahin banget bocah iki. Ya wes, pegangan sadel sepeda toh!" "Kayak bagaimana?" tanyaku bingung. Sadel sepeda kan lebar dan panjang, aku pegang yang mana? "Tepinya! Tepinya!" "Tepi yang mana?" tanyaku lagi. Mas Gino gak jawab. Tau-tau motornya bergerak, aku kaget sekali.
9.810.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai sadel sepeda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status