PREMAN DILAMAR SHALEHAH
"Aby sangat bersalah, Sha. Kehamilan ini cukup menegur aby agar sadar bahwa semua sudah tertulis di Lauhil Mahfudz, bukan dibenak mahkluk!"
"Tapi Aby, persahabatan...."
"Tidak, Aisha. Semua itu sudah menjadi ketentuannya, sunnatullah. Ada hidup dan ada mati. Ada juga datang, pasti ada pergi. Dan, awal. Tentu akan ada akhir!" Lirihnya yang sesungguhnya sedang menasehati diri sendiri yang merasa terpukul atas kejadian ini. "Mungkin, persahabatan ayah dan ustadz Hameed berakhir. Tapi, akan ada sahabat dan kisah-kisah baru yang akan hadir?"
Chapitres populaires