Simpanan Ayah Sahabatku
“Biarkan mereka lihat sesuka hati. Kamu nggak perlu takut jadi dirimu sendiri.”
Gadis mengangguk, meski wajahnya masih tampak ragu. “Mas...” ujarnya pelan, “aku... terima kasih ya, udah mau nganterin aku tiap hari. Aku nggak nyangka bisa sekolah lagi.”
Mahen menatapnya dalam, lalu berkata dengan nada serius, “Mas janji bakal terus jagain kamu. Selama Mas hidup, kamu nggak bakal ngerasa sendirian.”