Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SURVIVAL LOVE 2

SURVIVAL LOVE 2

Dia putar lagi penutup tempat sampahnya untuk ia balik dan . "Oh, sial!" Tiva sampai kembali menjatuhkan tutup tepat sampahnya dengan berisik dan berjingkat sendiri seolah sedang melihat satu kantong belatung di tempat sampahnya. Padahal jelas sekali itu uang, uang yang sepertinya lebih banyak dari yang kemarin. Siapapun yang meletakkan uang tersebut dia sengaja membalik tutup tempat sampahnya agar Tiva memeriksanya. Karena saat terbalik tempat sampahnya tidak bisa di buka dari atas.
9.9172.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai sampah brain out
Tampilkan Ulasan (81)
Baca
+Pustaka
Khair
kalo baca ini..seneng banget,..Biasanya cerita sempalan tuh suka main mulai aja...anggap semua orang paham...dan langsung cerita dari sekarang menuju masa depan. kalo baca survival love 2 ...detail banget ..dimundurinnya jauh...jadi rasa ke si tokohnya tuh tambah kenal..kalo kenal kan tambah sayang
Adin Malika
bayak yg tak terduga kak jemy, cerita kak jemy slalu banyak kejutan. walaupun penasaran tetep semangat nunggu up nya kak,😍😍😍😍😍 suka hampir semua ceritamu kak jem.. dari yg di lapak sebelah, maupun yg di sini😘😘😘😘
Baca Semua Ulasan
Ibu Susu untuk Sang Pewaris

Ibu Susu untuk Sang Pewaris

Sesampainya di depan pagar, Intan langsung membuka ikatan plastik tersebut, hendak membuang isi sterofoam itu ke tong sampah. Tapi ketika tangannya baru membuka sterofoam pertama, mata Intan langsung membola. "Lho ... kok isinya batu sama pasir?" Sigap, Intan membuka sterofoam kedua dan ketiga. Isinya sama. Dia langsung mengumpat dengan kasar.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai sampah brain out
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kubenci

Istri Yang Kubenci

Bagas mengambil tissue, lalu membersihkan telunjuknya. Saat melempar tissue kotor ke dalam tong sampah, tissue kotor itu tidak bisa masuk karena tong sampah sudah sangat penuh. Bagas menghela napas. Dia kemudian terpaksa bangkit dan memungut tissue itu untuk dia letakkan di tong sampah yang lebih besar di belakang. Namun, ternyata tempat sampah yang lebih besar pun, sudah penuh dan sudah dikerubuti dengan hewan kecil-kecil berterbangan mengitari kulit buah mangga.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai sampah brain out
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Sampah Grade E

Bangkitnya Sampah Grade E

Seolah yang baru mereka hajar hanyalah sampah yang tak akan bangun lagi. “Pingsan cuma segitu.” “Hahaha! Besok pakai lagi buat hiburan.” “Anak sampah memang cocok di Kelas Nol.” Tatapan Raka berubah dingin, ia melangkah menuju pintu dan meraih gagangnya. Klik. Pintu terbuka perlahan. Tiga senior itu menoleh bersamaan. Brama—si Senior plontos menyeringai lebar, matanya penuh ejekan. “Eh, bangun lagi samp—”
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai sampah brain out
Baca
+Pustaka
Menantu Sampah Pura-pura Bodoh

Menantu Sampah Pura-pura Bodoh

gumamnya lirih. Ia membuka matanya dan memandang ke sekeliling, mencari tanda-tanda yang mungkin bisa membantunya. Cahaya redup yang masuk melalui lubang angin memberikan gambaran sedikit tentang bentuk ruangan, dan saat itu ia menyadari bahwa terdapat tumpukan puing di sekitarnya yang mungkin bisa ia gunakan untuk mencapai lubang angin. "Baiklah, hahh ... huhfff! Sepertinya aku harus mencoba lagi. Aku tidak boleh menyerah," gumam Saras lagi-dengan napas terengah-engah.
1016.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 593 kali sebagai sampah brain out
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Menantu Sampah

Aku Bukan Menantu Sampah

"Orang yang tidak berguna sepertimu, datang melamar menjadi satpam di Perusahaan Wehow, mereka tidak akan menerimamu, jika kamu sedikit sadar diri, kamu lebih baik memungut sampah di jalan, paling tidak kamu bisa mendapatkan 4-6 juta sebulan!" Setelah selesai mengatakannya, dia melemparkan botol minuman di tangannya ke bawah kaki Roky dan berkata: "Tuh, jangan bilang aku tidak membantumu, ambil botol kosong ini dan jual untuk mendapatkan uang!" Pada saat ini, Fresco yang berdiri di samping, berkata dengan aneh: "Aduh, Mia, bagaimanapun dia adalah kakak ipar, bagaimana kamu bisa berbicara dengan begitu tidak sopan."
6.843.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai sampah brain out
Baca
+Pustaka
Dilamar Tuan Duda

Dilamar Tuan Duda

ujar Sea sambil mengangkat bungkusan hitam yang dia bawa sejak dari rumahnya. "Apa itu?" tanya andy. "Sampah!" jawab Sea ketus sambil mengerlingkan matanya dan menahan tawa. "What?" Kenapa bawa masuk sampah ke dalam sini!" "Bukan aku yang bawa, tapi Om yang maksa masuk mobil tadi, orang saya mau buang sampah, malah diculik gini!" "Haduuh, gadis aneh!" Keluh rain sambil menggelengkan kepala. "Stop di depan, Dy!" Pinta Rain sambil menunjukkan tempat pembuangan sampah.
9.714.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai sampah brain out
Baca
+Pustaka
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Who knows, one day dia terjatuh dari balkon lalu membutuhkannya? Nggak, di tempat sampah itu nggak ada benda yang bernama termometer, tentu saja. Isinya hanya sikat gigi biru yang masih bagus---entah sikat gigi siapa dan mengapa dibuang---botol bekas shampo, gumpalan tissue kering dan sarung tangan karet yang masih basah. Hueeekkk!
1020.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 409 kali sebagai sampah brain out
Baca
+Pustaka
Pesona Pria Plus-plus

Pesona Pria Plus-plus

Rasa penasaran membuat Bagas terpaksa keluar kamar, lalu turun tergesa untuk kembali ke taman belakang lagi. Kali ini dia ingin memastikan jika memang dia belum membuang bingkai rusak itu ke tempat sampah yang ada di taman belakang. Ada tiga tong sampah di taman belakang, masing-masing sesuai dengan jenis sampah. Bagas membuka tutup pada tong sampah kering, lalu melongokkan kepalanya.
1021.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 704 kali sebagai sampah brain out
Baca
+Pustaka
Ghea, Izinkan Suami Sampahmu Menceraikanmu

Ghea, Izinkan Suami Sampahmu Menceraikanmu

’ pikir Ray. Semakin dipikir-pikir, Ray semakin kesal masuk ke tubuh antagonis sampah ini. Tetapi ia buru-buru membuang pikiran itu. Menggerutu pun tak ada gunanya karena ia tidak bisa memilih raga mana yang akan ia masuki. “Tunggu sebentar ya, Papa buatkan dulu di dapur," ucap Ray pada akhirnya. Alea mengangguk, “baik, Papa.”
469 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai sampah brain out
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status