Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Crazy Woman

Crazy Woman

"Jangan terlalu yakin. Kita nggak akan tahu hal yang akan menimpa kita di depan." "Aku jamin. Kita akan tetap bersama sampai tua nanti." ####################################
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai sampai kita tua
Baca
+Pustaka
Riku's Story (Benua Meera dan Raja Api)

Riku's Story (Benua Meera dan Raja Api)

“Kamu lebih kuat dari yang kamu tahu. Lebih cakap dari yang pernah kamu impikan. Dan kamu dicintai lebih dari yang bisa kamu bayangkan.” “Jangan pernah menyerah ketika Anda masih mampu berusaha lagi. Tidak ada kata terakhir sampai Anda berhenti mencoba.” Terima kasih, Viola. ***** “Kita mau kemana?” tanya Rengga. Sebelumnya, seseorang yang Rengga temui di bar, mengajaknya pergi ke sebuah tempat. “Kita akan bertemu kawan lama kita.” “Maksudmu, si nenek tua itu?”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai sampai kita tua
Baca
+Pustaka
Menikah Paksaan

Menikah Paksaan

"Emangnya saya tua banget apa, di panggil Ibu segala." Citra diam-diam, senyum-senyum sendiri mendengar tantenya ngoceh kesal. "Sudahlah, terima saja Tante ... memang benar sudah tua, kan? hi hi hi." Citra terkekeh sendiri, Suly membulatkan matanya dengan sangat sempurna pada Citra. "Kamu kurang ajar ya, bilang tante mu ini sudah tua. Awas ya balasan tante mu ini," menunjuk wajah Citra yang sedang terkekeh.
9.819.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 672 kali sebagai sampai kita tua
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Kakak Ipar

Terjerat Cinta Kakak Ipar

"Kebangetan kalau udah gini masih enggak bisa minum." "Satu kali teguk?" "Ya iya orang cuman sesendok," kata Senja. "Anak kecil aja bisa satu kali minum, masa Mas Juan yang udah tua enggak bisa?" "Harus banget bahas tua?" "Ya faktanya emang gitu, kan?" tanya Senja. "Mas Juan udah tiga tujuh dan Mas Juan lima belas tahun lebih tua dari aku. Jadi enggak salah aku sebut tua."
1032.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 819 kali sebagai sampai kita tua
Baca
+Pustaka
SUAMI USIL

SUAMI USIL

kataku sambil merem. "Ahahaha. Buka mata, Sayang! Apa aku sekeji itu?" Ku buka mata pelan. Dan ... Aku tidak percaya dengan keadaan ini. "Mas, gila kamu. Kita sudah tua, Mas!" "Terus masalah? Kita akan mandi bareng." "Tapi, malu sama umur, Mas!" "Halah, jangan memikirkan umur. Cepat atau lambat umur akan berjalan. Selama kita tidak melakukan hal yang dilarang nggak masalah."
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai sampai kita tua
Baca
+Pustaka
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

“Yuk Ki, atos sedihna, ayeuna urang bereskeun, urang saksikeun anu kudu urang kerjakeun ayeuna di tempat ieu. (Yuk Ki, sudah sedihnya, sekarang kita bereskan, kita saksikan yang harus kita lakukan di tempat ini.)” “Kabeh anu dilakukeun teh meh urang bisa hirup leuwih lila, sarua jigah karuhun urang baheula. (Semua yang dilakukan itu agar hidup kita bisa lebih lama, sama seperti leluhur kita dahulu.)”
9.631.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 744 kali sebagai sampai kita tua
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Baca Semua Ulasan
Bahagia Setelah Berpisah

Bahagia Setelah Berpisah

"Kenapa Ibu harus muda terus Nak? Namanya manusia pasti akan menua Le...," Utara tiba-tiba memelukku erat, pelukannya bahkan membuat Utari terkejut. "Soalnya kalau Ibu tua nanti Ibu bakalan sakit-sakitan terus meninggal. Tara nggak mau hidup di tempat yang Ibu nggak ada di dalamnya." gumam Utara lirih.
1011.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai sampai kita tua
Baca
+Pustaka
Penghakiman sang Penguasa Dunia

Penghakiman sang Penguasa Dunia

“Tidak masalah, mereka tidak terlalu kuat daripada kita semua! Kita akan mampu mengambil harta pria tua kikir itu!” ___To Be Continued___
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai sampai kita tua
Baca
+Pustaka
Air mata yang Kutumpahkan

Air mata yang Kutumpahkan

Dengan bersikap tetap diam dan memikul beban sampai akhir saja, itu sudah sangat luar biasa. "Ya sudah. Tante dan Om pulang dulu ya, Ra? Seharian di rumah sakit membuat tulang-tulang Om katanya susah mau patah semua. Maklum, faktor U." Tante Gina nyengir. Mengejek suaminya. Si Om menaikkan sudut bibirnya. Sepertinya si Om tidak terima saat dibilang sudah tua. "Siapa bilang Mas sudah tua? Bagi Mas, usia tua adalah selalu sepuluh tahun lebih tua dari usia Mas yang sekarang," sahut si Om santai.
1091.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai sampai kita tua
Baca
+Pustaka
Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa

Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa

sahut Ruenna dengan nada kagum. Kakek Mario sempat terdiam sejenak. Ia menatap gelas champagne di tangannya, memutar-mutarnya pelan sebelum menggeleng kecil dengan senyum tipis yang sarat akan kerinduan. "Cinta itu istilah anak muda zaman sekarang," tutur Kakek Mario. "Hubungan kami lebih dari sekadar kata cinta. Kami adalah sepasang manusia yang saling membutuhkan. Tidak ada orang lain di dunia ini yang bisa menggantikan posisinya sebagai fondasi hidup Kakek."
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai sampai kita tua
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status