Istri Tebusan Paman Mantanku
“Kamu tidak usah marah pagi-pagi. Nanti ada yang mendengar suaramu. Dan lagi, nanti wajahmu itu semakin tua, semakin mengkerut. Ingat loh, kamu itu sudah usia empat puluh, sudah tua. Harus menjaga kesehatan jiwa dan raga. Lebih baik, kita jalan saja terus ke ruang makan.”
Mulut Kian menganga lebar. Ia sungguh tak percaya ada anak kecil yang berani menyebutnya tua dan mengkerut.
“Bisa-bisanya kamu ….”
“Bisa dong. Aku ini kan pintar. Sudah yuk, kita jalan sekarang. Nanti keluargamu menunggumu terlalu lama.”
Kian menarik napas dalam-dalam dan tidak ingin membahas tentang siapa yang jatuh cinta lebih dulu atau setan, atau bahkan mengkerut dan tua.
인기 회차