Acara di Rumah Ibumu (Pura-pura Tak Tahu)
ucapku mengambil kapas lalu ingin membersihkan darah di sudut bibir mas Feri.
"Pelan-pelan, sakit, Sar," ucap mas Feri menahan tanganku saat ingin menekan kembali bibirnya untuk dibersihkan.
'Ih, itu saja manja. Baru sakit sedikit merengek seperti anak mami. Apa tak sadar umur sudah kepala empat. Rasa sakitmu belum seberapa dari yang kurasakan, Mas,' bathinku. Melihat bibirnya teringat lagi saat ia mengucapkan ijab kabul hingga ....