Young Wife For My Father
“Jadi, kesimpulannya. Kamu menghawatirkan Sastra? Kamu takut, jika Sastra melihat dan mendengar apa yang dua kakak kelas tadi ucapkan kepadamu?”
Astra berdecih, kemudian menggeleng cepat. “Aku khawatir pada Sastra? Yang benar saja. Dia tuh, dari pagi hobinya mendiamkan aku saja. Hanya karena terlambat sedikit saat jam pelajaran kamu, padahal kita udah biasa datang terlambat. Memang dia itu, maniak dengan yang namanya ‘Kesan Pertama.”
“Emang kenapa dengan kesan pertama dia? Bagus kok di aku.”