SEDIKIT LAGI, SAYANG!
Namun, ia kembali menatap Sarah, kali ini dengan sorot mata yang tak lagi mencari jawaban, melainkan memberikan kepastian.
“Oke, nggak masalah kalau nggak mau diulang. Aku cuma kaget, karena... ada juga yang sayang sama aku, kayak gini...” ucap Sarah pelan. Ia tersenyum tipis, meski bibirnya sedikit bergetar karena menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya. Bagi seseorang yang terbiasa dianggap sebagai komoditas, kata "sayang" terasa seperti mukjizat yang terlalu indah untuk dipercaya.
Morgan tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru menarik Sarah ke dalam pelukannya, mendekap wanita itu begitu erat seolah degup jantungnya sendiri yang akan menjawab semua keraguan Sarah.
Hot Chapters