My Assistant, My Husband
“Lagi pula, kita juga tidak pergi ke mana-mana. Hanya kamar dan tempat makan, jadi kurasa tidak perlu.”
Damar nyaris saja tersedak mendengar kalimat sang istri. Memang benar adanya, tapi kan tidak harus dikatakan dengan lantang seperti itu. Apalagi, kini Audrey sudah bisa berbahasa Italia dengan cukup fasih.
“Kau tidak perlu mengatakan itu dengan lantang dan dalam bahasa Italia,” desis Damar dengan wajah memerah. “Orang-orang bisa mendengar.”
“Ya dan mereka pasti tidak masalah.” Audrey mengedikkan bahu dengan santainya. “Hal seperti ini, tentu sudah lazim dibicarakan di negara ini kan?”
ตอนยอดนิยม