Dosa dalam Cinta
Lentera bergoyang hebat, cahaya bergetar liar, dan di sudut ruangan, dari retakan kecil di lantai, asap merah tipis mulai keluar, merayap naik seperti ular yang terbangun dari tidur panjangnya.
Asap itu menggumpal, bergerak lambat namun pasti, dan di dalam kabutnya, bayangan mulai terbentuk—bayangan sosok tinggi, kurus, dengan mata merah yang bersinar seperti bara. Sosok itu melangkah maju, suaranya serak, berat, namun penuh kekuatan yang menekan dada: ”Waktumu habis, Satrio... dan jika kau tak memilih, darahmu akan memilih untukmu.”
Hot Chapters