Gairah Sopir dan Majikan
"Sita. Kamu... kamu beneran buka tempat begini di Jakarta?"
"Hidup harus jalan terus kan, Mas? Jogja itu indah, tapi Jakarta itu tempatnya peluang," Sita mendekat, aroma rempah herbal yang hangat memancar dari tubuhnya saat ia berdiri tepat di depan Arya. "Mas kelihatan capek banget. Beban di Sonya Fast pasti berat ya? Pundaknya kaku gitu."
"Ya... biasalah, Sit. Banyak masalah yang harus diberesin," jawab Arya gagap. Ia mencoba membetulkan kerah kemejanya yang sebenarnya sudah rapi.