Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mencintai Untuk Membunuh, Pembalasan Sang Luna

Mencintai Untuk Membunuh, Pembalasan Sang Luna

Di tangannya terdapat secangkir kopi hitam yang aroma pahitnya langsung menguar hangat di udara dingin malam. “Kopi khusus Jackpot Pack,” katanya pelan sambil menyodorkannya padaku. “Baru selesai dipanggang tiga hari lalu.” Aku menerima cangkir itu perlahan. Aromanya pekat dengan sedikit sentuhan rempah hutan. Hangat dan menenangkan. Aku menyesap sedikit dan membiarkan cairan pahit itu turun ke tenggorokan. Zena menatapku beberapa saat sebelum akhirnya berkata, “Anda ragu.”
658 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai secangkir kopi dan pencakar langit pdf
Baca
+Pustaka
(Un)fortunately, You are my DESTINY !

(Un)fortunately, You are my DESTINY !

Perintah Langit dengan mata masih melihat ke arah berkas yang ada di tangannya. Adelia memandang ke arah Langit sebentar lalu mengambil cangkir yang disodorkan Langit. Ia mencicip kopi itu tapi tidak dengan cara menghirupnya tapi menggunakan sendok yang ada di tatakan cangkir. Kopi hitam itu terasa segar di lidahnya. Manis pahit bercampur menjadi satu di mulutnya. “Apa rasanya?” tanya Langit “Pahit dan manis pak”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai secangkir kopi dan pencakar langit pdf
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Aroma kopi dan bunyi hujan tipis di luar jendela membuat suasana terasa seperti potongan adegan film. “Aku senang sekali waktu tahu nama Akang muncul sebagai pembicara di simposium ‘Peran Sastra dalam Sinema.’ Itu topik yang penting,” kata Kirana sambil menyeruput cappuccino-nya. “Dan, tentu saja, aku juga membaca novelmu, Sita. Aku punya versi HarperCollins dan terjemahan Prancisnya.” Sita tertawa kecil. “Kalau begitu, kau harus punya versi Indonesia juga.” Ia mengeluarkan sebuah buku dari tasnya dan menyerahkannya. “Ini untukmu.”
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 409 kali sebagai secangkir kopi dan pencakar langit pdf
Baca
+Pustaka
Sang Penghancur Langit

Sang Penghancur Langit

"Aku ingin bicara dengan pemuda ini!" kata Resi Gunin dan menatap Arya. "Denganku? Ada apa, tuan?" tanya Arya. "Aku Resi Gunin, aku yang mengunci kotak itu, dan aku isi dengan kitab api dan juga peta menuju sebuah pusaka yang sangat menakutkan, pusaka pedang matahari! Pusaka yang juga disebut-sebut sebagai pusaka penghancur!" kata Resi Gunin.
9.466.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai secangkir kopi dan pencakar langit pdf
Tampilkan Ulasan (13)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
k2pro010
ceritanya bagus, cuma kenapa banyak sekali cerita yang gantung, cerita belum selesai sudah ditinggalkan begitu saja tanpa ada kelanjutannya, malah beralih ke jalan cerita yg lain, jadi mudah ditebak pasti ending nya gantung juga ini
Baca Semua Ulasan
Suami Bisu Sang Pelindung Nomor Satu

Suami Bisu Sang Pelindung Nomor Satu

Tidak lama kemudian Cakrha keluar dari pantry dengan bertelanjang dada, lalu menyodorkan secangkir kopi panas ke Denzel yang sedang duduk di depan meja kerja tiga monitor milik Cakrha. "Gila, Dok. Jayanti itu bener-bener predator," ujar Cakrha sambil meletakkan kopi di depan Denzel, matanya berkilat saat menceritakan kejadian di club malam itu. "Dia hampir suntik aku pake serum ungu. Kalau aku nggak akting jatuh ke lantai, mungkin sekarang aku udah jadi zombie yang setia banget sama dia."
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai secangkir kopi dan pencakar langit pdf
Baca
+Pustaka
Pelakor Itu Sahabatku

Pelakor Itu Sahabatku

"Tidak, aku tidak berlebihan. Senja sore ini dinikmati banyak mata, tapi kamu hanya bisa aku nikmati saja." Senja mencibir. "Sejak kapan kamu pandai menggombal, Mas?!" tanya Senja dengan mata memicing tajam penuh curiga. Langit tampak santai menikmati kopi dan meneguknya perlahan. "Itu bukan gombal, Sayang. Itu kenyataan," balas Langit kemudian. Langit menaruh cangkir itu dengan perlahan. Matanya menatap seolah ada rasa yang ingin ia ungkapkan.
1012.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai secangkir kopi dan pencakar langit pdf
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Ms Iced Coffee
Judulnya bikin kuteringat sama cerita pribadiku sendiri. bedanya di cerita ini perebut laki orang, sedangkan di aku perebut kekasih orang hahaha. Btw, novel sebagus ini gabisa diskip. rugi bets kalo diskip. fighting thor!
Queen
Kasihan banget sama senja. Mendingan sama langit aja senja dari pada balikan sama mantan. Mantan tu cocoknya emang dibuang. Memang nggak mudah dapet restu orang tua kevin, tapi kamu harus bisa menunjukkan sama mereka kalau kamu itu layak bersanding sama anaknya.
Baca Semua Ulasan
Menantu sang Jendral Besar

Menantu sang Jendral Besar

gumam Darko dalam benaknya. “Baiklah nanti malam baru akan saya bereskan mereka semua. Sekarang nikmati pemandangan indah ini dengan sebaik-baiknya.” Setelah membuat rencana, kemudian Darko menarik kesadaran spiritualnya kembali dan menikmati pemandangan di depannya. Di depannya ada mie instan cup yang masih mengeluarkan asapnya dan secangkir kopi hitam khas kopi Nusantara yang sangat harum dan nikmat.
9.6171.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai secangkir kopi dan pencakar langit pdf
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
MN Rohmadi
Penulis mengucapkan terimakasih atas partisipasi dan dukungan pembaca setia MENANTU SANG JENDRAL BESAR yang masih setia mengikuti perjalanan Darko. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua pembaca setia yang sudah memberikan Gem maupun Vote untuk Novel ini..........
Yeni Inka
Ini baru cerita tentang Jendral besar dan panglima perang yang lain daripada yang lain. Ceritanya sangat real dan epik, Darko meski kuat tapi ada masa lengahnya tapi tidak lama malah membuat ceritanya semakin asik dibaca.
Baca Semua Ulasan
Rembulan dalam Dekapan Langit

Rembulan dalam Dekapan Langit

Bul “Niatnya mau bikin kopi tapi ….” “Oh kopi! Ini, udah aku bikinin.” Bulan memberikan cangkir berisi kopi yang memang sudah dibuatnya sejak tadi untuk Langit. “Tadi mau aku kasih ke Mas Langit, tapi Mas masih ngaji. Jadi, aku taruh sini aja.” “Nggak papa. Makasih ya, udah dibuatin.” Bulan mengangguk. “Harusnya tadi Mas panggil aja. Malah diem doang di situ. Ngagetin,” kata Bulan.
795 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai secangkir kopi dan pencakar langit pdf
Baca
+Pustaka
BE WITH YOU

BE WITH YOU

Tebakanku, konsep dari lantai dua ini adalah selain untuk smoking area, lantai ini juga cocok untuk yang suka dengan pemandangan out door. Setelah memesan, seorang pelayan laki-laki mendatangi bangkuku, mengantar secangkir hot cappucchino. Gabungan aroma secangkir cappucchino dan langit malam Chiang Mai membuatku nyaman meski sendirian di tempat asing. Aku mulai menikmati kesendirianku. Kupandangi langit yang tidak berbintang, menyeruput kopi sedikit demi sedikit, merasakan kehangatan yang perlahan masuk ke tenggorokanku. Mama dan Elga sedang apa ya di Jakarta? Tiba-tiba aku merindukan kehadiran mereka yang biasa selalu ada di sampingku.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai secangkir kopi dan pencakar langit pdf
Baca
+Pustaka
IBLIS BERMATA BIRU ( Pembalasan Sang Hantu Digital )

IBLIS BERMATA BIRU ( Pembalasan Sang Hantu Digital )

Sebuah folder terenkripsi berlapis kata sandi militer akhirnya terbuka paksa. Di dalamnya, hanya ada satu dokumen P*F berukuran besar dengan nama berkas yang aneh: The Curated Tragedies. Tuan Penjaga meletakkan cangkir kopi ke meja, matanya menyipit saat Reihan membuka dokumen tersebut. Alih-alih berisi dokumen keuangan palsu atau catatan kriminal, layar raksasa itu justru menampilkan deretan foto digital dengan resolusi sangat tinggi yang memuat koleksi lukisan cat minyak klasik.
728 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai secangkir kopi dan pencakar langit pdf
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status