Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Dan pagi itu, di ruangan kecil penuh kertas dan laptop tua, dua orang duduk berhadapan—tanpa urusan pekerjaan, tanpa tenggat, hanya secangkir kopi, tiga empat potong batagor, dan percakapan ringan yang mengalir seperti Bandung yang sedang tidak tergesa-gesa. Sari menyodorkan cangkir kopi ke arah Bumi. Uapnya naik perlahan, aromanya menenangkan. “Coba tebak, kopi ini rasa apa?” tanya Sari, matanya menyipit menggoda. Bumi mencium aromanya dulu sebelum menyesap sedikit. Ia mengangguk pelan. “Hmm… robusta. Dan kamu tambahkan sedikit kayu manis.”
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 241 Times as kata bijak filosofi kopi
Read
+Library
Mengikuti Kata Hati

Mengikuti Kata Hati

Dia langsung mengerti dan segera menawarkan bantuan kepada Keluarga Wells. Saat aku menghela napas lega, tiba-tiba semuanya menjadi gelap, dan aku pingsan. Aku baru membuka mata dan perlahan terbangun ketika air dingin disiramkan ke wajahku. Lingkungan sekitarku berantakan, sepertinya aku di gudang. Beberapa saat kemudian, beberapa orang muncul dari bayangan. Pemimpinnya, Catherine, mendesis dengan penuh kebencian, “Vivian, dasar wanita jalang! Apa yang istimewa darimu sehingga Xavier bisa begitu mencintaimu?”
47.1K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as kata bijak filosofi kopi
Read
+Library
Jebakan Manis

Jebakan Manis

Saat aku masih belum puas, Liam mendekat dan menyodorkan segelas minuman. "Aku nggak minum lagi. Hari ini sudah terlalu banyak minum, kalau lanjut lagi aku nggak bisa pulang," tolakku sambil menahan sensasi aneh di bawah sana. "Ini bukan alkohol, ini jus pereda mabuk. Minum sedikit saja agar perutmu lebih nyaman.” “Apa kamu merasa nggak enak badan? Aku melihatmu terus duduk di pojok sendirian. Bagaimana kalau kuantar pulang saja sekarang?"
3.5K viewsCompletedAdded to Library 72 Times as kata bijak filosofi kopi
Read
+Library
Ketika Karma Berbicara

Ketika Karma Berbicara

"Ayah, jangan khawatir, aku akan langsung menemuimu di kantor setelah turun dari pesawat." Dua tahun yang aku habiskan untuk belajar meraih gelar master di Jerman adalah lima tahun yang paling tidak terlupakan dalam hidupku. Namun, aku akhirnya lulus dan kembali ke negaraku. Melihat ke lantai 88 Cakra Group, ini adalah gunung yang dibangun ayah untukku.
11.5K viewsCompletedAdded to Library 401 Times as kata bijak filosofi kopi
Read
+Library
Sekretaris Ceroboh Kesayangan Tuan Perfeksionis

Sekretaris Ceroboh Kesayangan Tuan Perfeksionis

Alister meletakkan cangkirnya di meja dan menghela napas panjang. “Kopi yang benar itu hitam pekat tanpa gula dan tanpa susu. Harika, kau baru saja menghancurkan pagi yang seharusnya sempurna.” Harika tersenyum canggung. “Ehehe saya bisa buat ulang, Pak!” Alister hanya mengangkat satu alis. “Lakukan!"
5.8K viewsCompletedAdded to Library 161 Times as kata bijak filosofi kopi
Read
+Library
Pengantin Pengganti untuk Presdir Lumpuh

Pengantin Pengganti untuk Presdir Lumpuh

Membawa segelas kopi, harap-harap bisa meluruhkan rasa badmoodnya itu. “Ah, terima kasih Sie.” Dikta langsung mengambil gelas berisi kopi itu. Ia masih termenung sambil memegangi gelasnya itu. Agaknya Dikta masih sulit untuk konsentrasi akan apa yang dialaminya selama ini. “Kau pasti memikirkan hal itu bukan?” Dikta mengangguk seiring menyesap kopinya yang hangat. Ia benar-benar sedang di tepi jurang. Atau mungkin bisa dibilang buntu sekali untuk menemukan jalannya.
918.0K viewsOn holdAdded to Library 520 Times as kata bijak filosofi kopi
Read
+Library
Setelah Bercerai

Setelah Bercerai

“Dan nggak ada yang menang atau kalah?” “Aku yang menang.” Laya sesap kembali kopinya. Pahit dan manisnya gula rendah kalori bercampur jadi satu. Dan aroma khas kopi yang menguar juga merebakkan sensasi menenangkan. “Aku suka kalau kita ngobrol kayak gini. Jadi ingat masa-masa kuliah dulu. Kamu nggak pernah berubah bahkan sampai hari ini; ambisi.”
1.518.8K viewsCompletedAdded to Library 394 Times as kata bijak filosofi kopi
Read
+Library
Insting Wanita (Kontak Bernama Samsudin di Gawai Suamiku)

Insting Wanita (Kontak Bernama Samsudin di Gawai Suamiku)

"Tengkiyu, ya! Kok tau, sih, kalau aku suka kopi item?" Iya tersenyum seraya menatapku sekilas, kemudian menyesap susu panas di tangannya. "Kebetulan aja, kok. Kupikir, kalau lagi banyak pikiran, minum kopi item bisa bikin agak strong. 'Kan paribasanya, kopi dulu biar gak panik!" selorohnya. Aku turut tersenyum. "Sa ae, kamu."
1.8K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as kata bijak filosofi kopi
Read
+Library
Get Me Loose

Get Me Loose

“Ini kelihatan panas banget, Cakra. Kamu mau membakar mulut saya!?” “Kan bisa ditunggu dingin dulu, Bu.” “Terus kapan saya minumnya? Tunggu Indonesia jadi negara maju!?” “Kalau gitu nanti kopinya udah jadi prasasti, Bu.” “Kamu nyuruh saya jadi fosil dulu cuma buat minum kopi!?”
102.2K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as kata bijak filosofi kopi
Read
+Library
(Un)fortunately, You are my DESTINY !

(Un)fortunately, You are my DESTINY !

tanya Langit “Pahit dan manis pak” kata Adelia ragu karena sudah menyadari ada yang salah dengan kopi ini walau ia tak tahu itu apa. Langit menghentikan kegiatannya. Diletakkannya berkas yang ia pegang di atas meja lalu berkata. “Pahit dan manis” kata Langit kali ini sambil memandang Adelia yang duduk di sampingnya. “Seperti yang kamu bilang, rasa kopi itu pahit dan manis kan” tanya Langit lagi.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as kata bijak filosofi kopi
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status