Catatan Rahasia Sekretaris Suamiku
"Gue kesini nemenin Keenan sambil nungguin lo pulang. Oke, kalau lo minta kunci rumah, gue kasih. Tapi gue pergi bawa Keenan. Oke?"
"Lo jangan gila, Rizal!"
"Gue papanya. Lo kerja pulang malam mulu. Mana ada sekretaris pulang sampai larut malam gini, hah? Sekretaris open bookingan, lo, ya?"
Plak!
Satu tamparan keras mendarat di pipi Rizal. Lelaki berwajah bengis itu mengusap bibirnya yang mengeluarkan darah.
"Jangan pernah lo berani-berani mengusik Keenan atau kehidupan gue lagi, B*jingan!"