Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sadena

Sadena

Sadena menang dan berhasil mengalahkan Zoe dalam dua tonjokan keras di rahang. "Jangan ditekan, nambahin sakit itu namanya," Selin berucap kasihan. Melihat Sadena meringis kesakitan. Ia mengambil sesuatu dari tasnya. "Pake ini," Itu sebuah salep lebam yang selalu ia bawa. "Lebih baik. Nggak bikin lengket di kulit. Dan pastinya langsung meresap ke sumber sakit." "Lo ngiklan?"
1011.7K viewsCompletedAdded to Library 303 Times as sekedar
Read
+Library
Senandika

Senandika

Ketemuan di perpus, ya. Notifikasi dari Shera kembali muncul di layar ponselnya. Melihat chat yang dikirim Shera, ide gila muncul di kepalanya begitu saja, tanpa komando. Jevan segera membuka chat pribadi dan mengirimkan sebuah pesan. Setelah itu ia bergegas menyiapkan buku dan alat tulis, berpakaian, lalu mengambil kunci motornya, dan melajukan motornya setelah pamit kepada kedua orang tuanya.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as sekedar
Read
+Library
RETAK

RETAK

gumam Vitaloka sembari menatap langit-langit kamar apartemennya. Mulai besok, dia sudah mulai bekerja di perusahaan tersebut. Kembali bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Berharap kalau besok, kinerjanya bisa lebih bagus lagi. Notifikasi pesan masuk mengalihkan pikiran Vitaloka. Dia segera mengecek pesan masuk tersebut yang ternyata dari Sebastian. Laki-laki itu masih tidak tahu malu, sudah beristri. Kini malah menghubunginya lagi. Vitaloka tak ingin membuat Nesya sakit hati, dia mengabaikan pesan tersebut sekaligus menghapusnya.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as sekedar
Read
+Library
PUDAR

PUDAR

Mutia pakai kacamata hitam yang dibawanya dan dengan santai memejamkan mata. Pikiran Alan kembali berkelana pada kenangan setahun yang lalu. Kala itu lampu lalu lintas masih hijau. Ia terpekur menatap baliho sebuah produk parfum ternama. AXE. Tergiang dalam benaknya ketika Karen memberinya parfum merk itu dalam sekali lempar saat berbelanja bersama. Dengan sekali tangkapan, canda tawa bersama diantara mereka menciptakan romansa kekanakan di mata siapapun memandang. Jika saja saat itu dompet Alan tidak tertinggal di kasir, dan Karen tidak berjalan mendahuluinya untuk menyebrang jalan. Bisa dipastikan, nama Karen lah yang tertulis di buku nikah milihnya. Dan tentu saat ini Alan bisa bebas meng
150 viewsOngoingAdded to Library 5 Times as sekedar
Read
+Library
SEAN

SEAN

Melihat bagaimana keadaan sang putra. Sean menatap keluar gedung perusahaannya. Terlihat dengan jelas megahnya gedung pencakar langit yang dia lihat saat ini. Sudah hampir setahun Greysie meninggalkannya. Dan tidak ada kabar sama sekali. Semenjak Greysie meninggalkannya, Sean lebih memilih tinggal di apartemen dan fokus pada perusahaannya yang berbasis teknologi. Yang tidak lain adalah Zenobex Corporation. Perusahaannya yang dia bangun sendiri dari kerja kerasnya.
9.315.3K viewsOngoingAdded to Library 397 Times as sekedar
Read
+Library
Sasakala

Sasakala

Maafkan aku, yang tak bisa mengembalikan jejak kakimu Untuk kemudian kau berikan pada lainnya Atau tanah yang kau bisiski Biarkan aku sebagai perawat untuknya Perpisahan, satu hal yang tak diinginkan. Walau begitu, kenangannya tentang seseorang membuat Zamrud harus pergi. Entah berapa langkah lagi dia akan benar-benar akan keluar atau tetap terjebak dalam permainannya sendiri. Zamrud meninggalkan Dewi dan Nyimas untuk pergi ke kota. Bohong, dia harus berbohong terus demi cintanya. Banyak yang bilang dia pria tak berlogika. Hanya mementingkan keberadaan dirinya tanpa tahu manusia lain juga mempunyai perasaan. Entah apa hubungannya, bagi Zamrud dia harus cepat menyelesaikan pelik diri sendiri
9.82.8K viewsCompletedAdded to Library 90 Times as sekedar
Read
+Library
KRAMLER

KRAMLER

Pikirannya berusaha menebak apa yang hendak dikatakan Marwen. "Ketika aku berbicara dengannya, mulut dan badannya mengeluarkan aroma bunga serrelium. Setelah kuselidiki, bocah bernama Larzo itu merupakan anak pembuat parfum serrelium di desa itu. Ekstrak bunga serrelium mampu meredam aura honum. Sayangnya, itu tidak diajarkan di Akademi dan para kramler yang lain jarang yang mengetahui hal tersebut. Dan sayangnya lagi, aku baru mengingat hal itu keesokan harinya."
2.1K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as sekedar
Read
+Library
EMERALD

EMERALD

“Tuh dengerin kata Pandu, Al. “ “Di sekolah tuh gak boleh ada kekerasan, ini kan sekolahan bukan jalanan. “ Ujar Freya. Padahal Pandu si ketos sudah tahu Freya seperti apa. “Eh yang duluan lo ya, benar benar bermuka dua lu ya. “ Kemudian Alin membalikkan badan dan berjalan meninggalkan kelas. Alin berjalan cepat, ia tidak ingin melihat muka Freya, ia sangat muak. Pandu melihat Alin pergi dan ia sedikit tersenyum saat melihatnya. Bugh! Alin menabrak dada bidang seseorang. Alin mengangkat wajah nya dengan perlahan dan ternyata...
2.0K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as sekedar
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status