Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku
Aku mencoba untuk membuka obrolan, "Gimana harimu, Sayang? Apa ada sesuatu yang terjadi?"
Mendengar pertanyaan itu, Dinda mematikan kran dan menoleh ke arahku. Ia tersenyum lebar, senyum yang begitu tulus. "Ada, Mas! Ada kabar baik!" katanya, nadanya penuh semangat. "Hari ini, aku resmi diangkat menjadi sekretaris."
Aku terdiam, jantungku berdesir. Rasanya seperti ada petir yang menyambar, namun aku berusaha keras untuk mengendalikan ekspresiku. "Sekretaris? Sekretarisnya Pak Rendra?"