REINKARNASI
“Hmm, aku kasihan saja sama Kakak. Apalagi kalau nati sampai sakit, malah bisa-bisa repot kan, kalau sampai misi ini harus ditunda?”
Buana menyikut bahu adiknya. “Hei, mana mungkin aku sakit? Aku ini sangat terlatih. Sehingga jika hanya urusan tidak tidur saja, aku bahkan kuat tidak tidur 3 hari. Jangan meremehkanku.”
Segara malas berdebat. Tapi yang jelas, dia melihat jika di kantung mata kakaknya itu sudah berwarna kehitaman. “Iya deh, iya. Kakak kan hebat. Percaya deh, percaya....”