Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Enak Banget, Kak!

Enak Banget, Kak!

Dia sama sekali tidak terusik oleh dua sahabat baiknya ini. "Iya, kan? Kalau emang nggak sengaja ngajak bareng, ya udah, bawa masuk aja, ngapain malah berhenti di halte bus segala?" "Naaahhh!" Bastian melirik Killian. Benar-benar tenang sekali. Sepertinya dia harus segera menambahkan minyak di atas api. "Jangan bilang, lo malu punya cewek kayak dia ya, Kill-chan?"
1015.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 422 kali sebagai self- harm yang enak
Baca
+Pustaka
Kenikmatan Satu Malam

Kenikmatan Satu Malam

Keluh Yu Silan tanpa menghentikan aksinya. “Tuan, oukhh, ini nyaman sekali, emhh, nikmat sekali Tuan, akhh. Tuan Yu,” rintih Saena penuh kenikmatan, tubuh telanjangnya bergerak ke depan menerima sodokan pada liang intimnya dari belakang. Bibir Saena terus mengoceh keenakan. “Oukhh, Tuan, terus, oukhh, lebih cepat, aku hampir sampai, Tuan, oukhh, Tuan. Miliki aku, eemhh, oukhh.” “Gadis nakal, hanya aku yang akan memiliki tubuh indah dan nikmat ini, ah, ah, ah, Saena.”
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai self- harm yang enak
Baca
+Pustaka
Jebakan Manis

Jebakan Manis

Saat aku masih belum puas, Liam mendekat dan menyodorkan segelas minuman. "Aku nggak minum lagi. Hari ini sudah terlalu banyak minum, kalau lanjut lagi aku nggak bisa pulang," tolakku sambil menahan sensasi aneh di bawah sana. "Ini bukan alkohol, ini jus pereda mabuk. Minum sedikit saja agar perutmu lebih nyaman.” “Apa kamu merasa nggak enak badan? Aku melihatmu terus duduk di pojok sendirian. Bagaimana kalau kuantar pulang saja sekarang?"
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai self- harm yang enak
Baca
+Pustaka
Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Pikirannya yang kacau akhirnya menemukan pelarian yang ia cari—sebuah fantasi yang menyenangkan, yang membenarkan bahwa keinginan fisiknya adalah hal yang normal, bahkan indah. Saat disela-sela meramban situs dewasa itu, matanya menangkap sebuah banner sederhana. Tidak seperti iklan lain yang penuh dengan gambar vulgar, iklan ini hanya menampilkan tulisan elegan berwarna emas di atas latar belakang hitam: -Spa Pijat Enak- “Pijat enak?” gumamnya, hati berdebar bukan karena panik, namun karena sebuah keinginan yang kini berani menyuarakan diri.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai self- harm yang enak
Baca
+Pustaka
Dia, Yang Mudah Dihibur

Dia, Yang Mudah Dihibur

“Kalau dari awal kamu hanya memanfaatkan dia, nggak pernah suka padanya, kenapa harus repot membuktikan betapa baiknya dia padamu?” Semua postingan dan pesan provokatif di media sosial, sebenarnya tidak perlu dia kirimkan. Dia melipat tangannya dan tertawa pelan, “Aku hanya merasa meski itu barang yang tak kuinginkan, aku juga nggak mau orang lain menggunakannya dengan nyaman.” Tiba-tiba aku merasa begitu konyol. Bukankah Brian juga sama sepertiku? Dia memberikan ketulusannya dengan sia-sia selama bertahun-tahun, hanya dianggap sebagai sebuah barang.
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai self- harm yang enak
Baca
+Pustaka
Shanum(Aku Yang Kalian Sebut Menantu Tak Berguna)

Shanum(Aku Yang Kalian Sebut Menantu Tak Berguna)

Yee kan? Shanum tak ingin kecewa untuk kesekian kalinya. Dia sadar betul, dan belajar juga dari pengalaman. Wanita itu memang akan guobloknya minta ampun, kalau sudah mengedepankan perasaan. Rela disakiti dan bertahan dengan mengandalkan kata 'semoga'. Padahal, hal itu hanya akan menyakiti dirinya sendiri, membuat mentalnya makin hancur hingga mengalami trauma dalam.
1048.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai self- harm yang enak
Baca
+Pustaka
Friend with Benefit (Bahasa Indonesia)

Friend with Benefit (Bahasa Indonesia)

Apa yang di maksud wanita itu? Elena keluar dengan napas memburu. Ia marah, sangat marah, ia kesal, lebih dari kesal. Ternyata Yogie benar-benar sudah berubah, lelaki itu tidak berhenti menghina harga dirinya, seakan selalu mencari kesempatan untuk merendahkan harga dirinya.
1092.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai self- harm yang enak
Baca
+Pustaka
Bukan Pemuas Nafsu

Bukan Pemuas Nafsu

Bukan Pemuas Nafsu Part 1 #Rhienz "Aw, sakit! Aku mohon, pelankan sedikit!" "Sabar sayang! Bertahanlah, sedikit lagi aku mencapai puncak! Bukankah kamu ingin segera punya momongan?" "Iya' sayang! Tapi gerakanmu terlalu kasar!" mendengar ucapanku, Anto hanya tersenyum. Ia sama sekali tidak peduli denganku yang merintih menahan keganasan nya di atas ranjang.
1058.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai self- harm yang enak
Baca
+Pustaka
Hurt Love (Bahasa Indonesia)

Hurt Love (Bahasa Indonesia)

Apa kesadaranku sedikit tertinggal saat aku masih koma? Kulepaskan tangannya dan mulai menekan tengkuknya, aku tak ingin kenikmatan ini berakhir begitu saja. Diapun menikmatinya, tangannya sudah meraba dadaku membuatku menginginkan lebih, Astaga, apa yang akan terjadi nanti? -TBC-
1011.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 383 kali sebagai self- harm yang enak
Baca
+Pustaka
Menjemput Senja di Langit Palu

Menjemput Senja di Langit Palu

Lagipula, dia sudah lama tinggal di Sydney. Friends with benefits bukan sesuatu yang asing di sana, bukan? Aku mengembuskan napas panjang. “Oke, Naomi.” Aku menggeleng pelan. “Berhenti membuat kesimpulan sendiri.” Sudut bibirku terangkat tipis. Psikolog pernah mengatakan bahwa berbicara dengan diri sendiri merupakan salah satu bentuk self-love. “Baiklah.” Aku meraih ponsel di atas nakas.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai self- harm yang enak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status