Setelah Bercerai
“Jadi nasihat yang tepat buat lo: wajah lo bermuram durja karena suatu alasan. Mengancam karena terhimpit keselamatan. Memendam karena terlanjur berjalan. Tapi lo juga lupa, tidak baik-baik saja bukan sebuah kewajaran. Kalimat lo, apa tidak apa-apa jelas bukan hal normal. Karena semua manusia punya fasenya.”
Sejujurnya tiap-tiap orag memiliki tingkat kegundahan tersendiri. Ada luka yang bertahta. Ada yang terluka dan ada yang melupa. Ketika terluka, merasakan luka, tak melupakan luka dan menolak lupa akan luka, sejatinya tidak kita yang terluka sendiri. Sedang satu-satunya jalan ialah siap menerima bukan untuk sekadar bahagia tanpa beban luka.