Ditalak Di Pelaminan
“Seperti yang kamu tahu, saat ini aku hidup sebatang kara, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Hanya kamu, Mas. Hanya kamu satu-satunya harapan yang aku punya.”
Kalian ingat dengan kalimat itu, kan?
“Mara, kamu ada salep atau minyak yang bisa dipakai untuk mengobati memar? Kalau ada, sini, berikan padaku. Biar aku bantu,” pinta Arka sembari merubah posisi menjadi berdiri
“Itu dia, Mas. Aku tidak punya, makanya aku belum sempat untuk mengobati luka memar ini. Belum sempat beli,” tutur Damara
Sikat na Kabanata