Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut
“Saya hanya berpikir, kehidupan di sini lebih bergaya klasik. Saya pernah menonton televisi tentang kerajaan-kerajaan masa lampau. dan aku merasa di sini begitu dekat...”
“Percayalah, jika kau membawa segala macam barang, gaya hidup, atau pernak-pernik dari duniamu di sini, itu tak akan membantumu. Peradaban di dunia di balik kabut adalah peradaban abad ke-14, waktu mungkin berubah, tapi tidak dengan peradaban di sini. Dulu ada yang membawa peralatan dari duniamu ke sini, seperti alat komunikasi atau barang-barang tak berguna lainnya. Namun hanya dalam hitungan detik semuanya hancur ketika ia berusaha menembus kabut. Entahlah, kurasa dunia ini memang diperuntukkan untuk peradaban yang berlak
Hot Chapters