Bara Dendam di Perbatasan
Kebo Rawispap di warungwarung ajengpintu warung kayumeja warung
"Seratus."
Ki Sajiwa tersenyum tipis. Ia tahu harga itu terlalu murah, tetapi kali ini ia tidak punya waktu untuk bernegosiasi panjang. Toh, 100 tael lebih dari cukup untuk makan-minum selama berbulan-bulan.
"Baiklah, seratus tael," sahutnya pasrah. "Berikan uangnya, cepat!"
Setelah menerima pembayaran, Ki Sajiwa meninggalkan lapak itu dengan hati yang lebih ringan. Tanpa kuda, ia akan lebih sulit dilacak, juga gerak-geriknya lebih leluasa di tengah kota yang padat ini.
人気のチャプター