Seribu Pintu Sindukala
Saat itu, ia merasakan sesuatu seperti udara, mengalir lembut dari jemari Marsala, masuk melalui mulutnya yang setengah terbuka.
Di balik amarahnya, Marsala masih berkeinginan menyembuhkan luka-luka yang tersirat dalam hubungan di antara mereka. Jauh di dasar hatiya, masih ada sulur-sulur kasih sayang, kepercayaan, dan kerinduan akan belaian lembut dan penerimaan dari ibunya. Tidak ada niat untuk melukai, apalagi membunuh ibunya. Setidaknya, itulah yang dirasakan Abhinanda kala itu.
Hot Chapters