Aku Menyerah, Mas!
Angin berembus perlahan membelai kulit, seakan menyambutku sebagai bagian dari orang-orang muslim.
“Nanti untuk sertifikat mualafnya menyusul ya, Mas. Karena semua diadakan begitu mendadak. Biar saya yang akan membantu mengurusnya, Mas Dilan tinggal siapkan berkas-berkas yang diperlukan.” Ucap ketua Rukun tangga kompleks tersebut, dan aku segera mengagukkan kepala.
“Gus, apakah segala dosa saya diampuni oleh Allah?” tanyaku ragu, sebab selama tiga puluh tahun aku memeluk agama lain selain Islam, dan sudah pasti banyak sekali dosa yang sudah dilakukan.
Hot Chapters