Akad Yang Dijanjikan
Sungguh egois, dia telah melukaiku dan sekarang dia tidak membiarkan aku mencari bahagiaku.
“Tunggu aku Zhi, akad yang pernah kujanjikan akan segera aku wujudkan.” Sambungnya dengan pelan, namun terasa perih dihatiku.
Aku memutuskan sambungan telpon dengan sepihak, tak sanggup lagi mendengar apa yang dia katakan. Aku menenggelamkan wajah diantara dua lututku, menangis tanpa suara. Dadaku rasanya sesak, hatiku terluka. Aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri, jelas aku masih belum benar-benar mengikhlaskannya.
인기 회차