Sang Penakluk
tanya Shana dengan ekspresi tidak percaya, tapi gembira.
“A-aku be-belum tahu pasti. Hanya satu hal yang aku tahu pasti, rasa ketergantungan pada kehadirannya makin besar. Aku malu dan merasa nggak pantas,” sahut Indira akhirnya. Wanita itu mengucapkan dengan terbata-bata dan sungkan.
“Kok gitu, Ndi? kenapa harus malu dna nggak pantas? Itu perasaan yang wajar kok!” tukas Shana mendukung penuh.