Duda Incaran Shana
"Makasih, ya, Mbak. Gue sayang banget sama lo."
"Nggak perlu makasih. Cukup buktiin kalau lo harus bahagia sama dia."
"Gue cinta sama dia, Mbak. Kok bisa, ya?" gumam Shana merasa aneh.
Erina berdecak dan kembali meletakkan kuenya. Dia berbalik dan menatap Shana bingung. "Ya malah aneh kalau lo nggak suka sama dia. Lihat Ndaru!" Erina menggerakkan kepala Shana untuk menatap Ndaru yang tengah sibuk dengan ponselnya di sofa. "Dia Handaru Atmadjiwo, Shan. Udah ganteng, kaya tujuh turunan, nggak neko-neko. Justru gue yang kaget kenapa dia bisa suka sama lo?"
Hot Chapters