SHANIA
ucapnya lembut, lebih karena lelah menghadapi kegugupan sendiri, karena sisa kepekaannya telah memberitahunya kemungkinan apa yang akan menjadi ujung dari kalimat Alan.
"Dengarlah," ucap Alan pelan, saat mereka telah hampir tak berjarak. "Aku mencintaimu, Shania. Maukah kamu menikah denganku?"
Shania membelalakkan mata. Dia telah mencoba mengantisipasi efek dari kata-kata ini, yang dia yakin akan diucapkan Alan, namun upayanya gagal. Perasaannya tetap saja campur aduk saat mendengarnya, dan alih-alih memberikan jawaban, dia justru terpaku. Alan tampak begitu sabar menanti wanitanya bicara, namun Shania, seolah tak kenal momen, malah mengutarakan hal lain yang menyelinap di hatinya begitu saj
ตอนยอดนิยม