KEMBALINYA SANG RATU
Suara yang ia kenal sejak kecil.
"Anakku... kembalilah."
Itu adalah suara ibunya, Wa Ode Marinu. Suara itu seperti benang halus yang menariknya perlahan dari kegelapan. Lalu, ada suara lain. Suara yang membuat hatinya bergetar. "Sayangku, aku menunggumu." Itu adalah suara Jun Ho, cinta sejatinya. Sinta merasa seperti terjebak di antara dua dunia, antara cinta kasih ibunya dan cinta sejatinya. Namun, dengan keberanian yang ia temukan di dalam dirinya, Sinta memutuskan untuk mengikuti suara cinta sejatinya. Dengan perlahan, ia meraih tangan Jun Ho, dan bersama-sama mereka meninggalkan hamparan cahaya yang berkilauan menuju ke dunia nyata.