Setelah Kamu Pilih Dia
Ia menggenggam ponsel lebih erat, lalu berbisik pada dirinya sendiri, “Kamu nggak boleh lemah, Din. Kamu harus milih jalan kamu sendiri.”
Tapi bisikan itu pun terdengar ragu.
Di luar, petir menyambar. Cahaya putih menyelinap masuk lewat tirai jendela. Hujan masih deras. Dan malam itu, Dinda tahu—besok, ia harus membuat pilihan. Entah untuk benar-benar melepaskan, atau kembali terseret dalam luka yang belum selesai.
⸻
Pertemuan di Tengah Hujan