Dimanja Tiga Majikan Cantik
Keringat mulai bercucuran membasahi kening dan punggungku, baju kokoku yang tadi bersih kini mulai kotor lagi terkena debu tanah.
"Raf, coba gali di bagian tengah situ, biasanya orang jaman dulu kalau nyimpen barang berharga ditaruhnya pas di tengah-tengah biar aman," saran Shella sambil menunjuk titik pusat bekas lemari.
Aku menurut, mengarahkan linggisku ke titik yang dia tunjuk. Aku mengayunkan linggis itu dengan kuat, menghunjamkannya ke dalam tanah.